LANGIT7.ID - Dalam shalawat yang dilafalkan saat shalat, hanya ada dua nama Nabi yang disebut, yakni Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS. Tak heran shalawat ini disebut sebagai shalawat ibrohimiyah. Lalu kenapa hanya Ibrahim saja, sementara nabi-nabi lain tidak?
Baca Juga: Bacaan Shalawat Sesuai Tuntunan Rasulullah, Mudah Diingat
Pengasuh LPD Al-Bahjah Cianjur, Ustadz Muhammad Nur, mengatakan, para ulama sudah menjelaskan beberapa alasan mengapa hanya Nabi Ibrahim saja yang disebut dalam shalawat.
Pertama, dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika Rasulullah isra’ mi’raj, satu-satunya nabi yang menitipkan salam kepada umat Muhammad adalah Nabi Ibrahim. Maka dari itu, umat Islam menyebut nama beliau dalam shalawat untuk membalas salam tersebut.
Kedua, Nabi Ibrahim merupakan orang pertama yang memberi gelar muslim kepada orang-orang beriman. Maka itu, Rasulullah meminta umatnya untuk membalas hal tersebut dengan menyertakan nama beliau dalam shalawat.
Baca Juga: Sejarah Shalawat Burdah: Ditulis Imam Busyiri saat Lumpuh, Sembuh Setelah Bermimpi Jumpa NabiKetiga, Nabi Ibrahim mempunyai gelar Khalilullah (kekasih Allah) dan Rasulullah juga demikian memiliki gelar habibullah (kekasih Allah). Jadi, shalawat itu disampaikan dari kekasih kepada kekasih, maka disertakan Nabi Ibrahim.
Suatu ketika para sahabat sedang berkumpul membicarakan keutamaan-keutamaan para nabi. Ada yang menyebut Nabi Musa Kalimullah karena dia hamba yang diajak bicara langsung oleh Allah. Ada pula yang menyebut Isa Kalimatullah wa Ruhu dan Adam Istafaahu.
Lalu Rasulullah mengatakan, “betul yang kalian katakana, tapi ketahuilah aku adalah habibullah.”
Keempat, Nabi Ibrahim pernah mendoakan kebaikan umat Nabi Muhammad SAW. Dia memohon agar Allah mengutus kepada umat manusia seorang nabi yang menyampaikan wahyu serta mengajarkan kitab dan hikmah.
Doa itu termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 129, "Ya Tuhan kami utuslah ditengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-MU dan mengajarkan kitab dan Hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah yang Mahaperkasa Mahabijaksana."
Baca Juga: Sejarah Shalawat Asyghil: Digubah Saat Keturunan Nabi Muhammad Terdzalimi
“Maka dalam salah satu riwayat, Rasulullah mengatakan, ‘aku adalah doanya Nabi Ibrahim’.” kata Ustadz Muhammad Nur melalui kanal youtube Al-Bahjah TV, Rabu (6/10/2021).
Selain itu, ketika Nabi Ibrahim membangun ka’bah beliau berdoa. Dalam doa itu beliau mendoakan umat Nabi Muhammad agar diberi keselamatan dan keamanan.
Doanya Nabi Ibrahim,
“Allahumma man hajja hadzal bait min ummati Muhammad fahabhu minni salam (Ya Allah siapa dari umat Nabi Muhammad yang melakukan haji, sampaikan salamku kepadanya).
Terakhir, Nabi Ibrahim adalah Nabi terbaik setelah Rasulullah. Selain bapak tauhid, ia merupakan bapak semua Nabi. Bahkan Rasulullah masih memiliki nasab yang tersambung hingga ke Nabi Ibrahim. Maka, kata para ulama, jika menyebut nama Nabi Ibrahim, sama saja menyebut nama para nabi yang lain.
Berikut bacaan shalawat ibrahimiyah yang selalu dibaca saat shalat:
للَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”
(jqf)