LANGIT7.ID, Jakarta - Bacaan
shalawat sesuai tuntunan Rasulullah kerap kali dilafalkan saat shalat, khususnya ketika tahiyat awal maupun akhir. Shalawat ini ternyata sangat mudah diingat.
Ada banyak jenis
bacaan shalawat yang umum diketahui ummat Islam. Pada hakikatnya, shalawat tersebut merupakan salam, doa dan pujian kepada Nabi Muhanmmad shallallahu alaihi wasallam. Namun bacaan shalawat yang sesuai tuntunan Rasulullah tidak beragam.
Adapun dalil bacaan shalawat sesuai tuntunan Rasulullah ini dari Ka'ab bin Ujroh. Dia mengatakan, "Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam padamu. Lalu bagaimana kami bershalawat padamu?" Nabi bersabda, ucapkanlah
"Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad, kamaa shallaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim, innaka hamiidum majid."
![Bacaan Shalawat Sesuai Tuntunan Rasulullah, Mudah Diingat]()
Baca Juga: Keutamaan Shalawat di Sore Hari, Bisa Datangkan Rezeki Berlipat-lipat?Sementara bacaan shalawat sesuai tuntunan Rasulullah secara lengkap,
"Allahumma sholli ala muhammad wa ala ali muhammad, kamaa shallaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim, innaka hamiidum majid. Allahumma barik (atau,
wa barik)
ala Muhammad wa ala ali Muhammad, kama barakta ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim, innaka hamiidum majid."Nabi shallallahu alaihi wasallam mengajarkan lafal ini secara langsung. Bacaan shalawat sesuai tuntunan Rasulullah ini dikenal dengan shalawat Ibrahimiyyah.
Salah satu keutamaan bershalawat kepada Nabi yakni mendapatkan pahala berlipat ganda. Amalan ini disebutkan Nabi dalam hadist shahih dari Abu Hurairah.
"Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i).
![Bacaan Shalawat Sesuai Tuntunan Rasulullah, Mudah Diingat]()
Keutamaan lainnya dari shalawat yakni mendapat syafaat dari Nabu Muhammad. Hal ini yang paling diinginkan oleh Ummat Islam pada hari kiamat kelak. Karena pertolongan Nabi atas izin dan ridho Allah bisa membawa kita ke surga kelak, insyaAllah.
Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, "Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku." (HR Tirmidzi).
Bacaan shalawat lainnya, termasuk yang disyariatkan yakni mengucapkan
"shallallahu alaihi wasallam" atau
"alaihish shalaatu was salaam". Bacaan shalawat ringkas ini dilafalkan ketika menyebut atau mendengar nama Nabi Muhammad diucapkan.
(bal)