LANGIT7.ID, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan sektor pariwisata mengalami kerugian lebih dari Rp10 triliun akibat pandemi Covid-19. Kerugian tercermin dari kontraksi yang cukup besar dari produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal kedua dan ketiga 2020.
Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid, melihat pemerintah sudah berupaya keras untuk menyelamatkan sektor parekraf. Menurutnya, pemulihan sektor pariwisata ini membutuhkan kerja sama, inovasi, dan koordinasi dengan semua pihak terkait.
"Membuka sepenuhnya sektor parekraf tidak gampang, apalagi sektor ini membutuhkan banyak orang dan punya efek domino yang besar juga. Jadi harus cermat, bukan berarti tidak mungkin tapi harus dipikirkan dan siapkan betul," kata Arsjad dalam keterangannya, seperti dikutip Kamis (7/10).
Menurut Arsjad, pandemi Covid-19 memaksa pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bertahan dan berinovasi. Salah satu harapan untuk membangkitkan sektor parekraf ini ialah melalui vaksinasi.
Baca juga:
Ratusan Obyek Wisata di Jawa Tengah Mulai Dibuka"Pemerintah menginisiasi program perlindungan sosial, mendorong kreativitas dan produktivitas saat WFH, melakukan koordinasi krisis pariwisata dengan daerah pariwisata, serta melakukan persiapan pemulihan," ujarnya.
"Di fase pemulihan ini, pemerintah membuka perlahan tempat wisata. Persiapannya sangat matang, salah satunya soal penerapan protokol sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability)," terangnya.
Lebih lanjut, Arsjad menilai pemerintah telah menjalankan fase penormalan, yakni persiapan destinasi dengan protokol berbasis CHSE, meningkatkan minat pasar, hingga diskon untuk paket wisata dan MICE.
Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah Virtual Travel Fair sejak bulan Agustus-September 2020.
(sof)