Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Inilah Deretan Kepala Daerah yang Pernah Jadi Santri Belajar di Pesantren

Muhajirin Kamis, 07 Oktober 2021 - 16:23 WIB
Inilah Deretan Kepala Daerah yang Pernah Jadi Santri Belajar di Pesantren
ilustrasi kepala daerah (foto: istimewa)
LANGIT7.ID - Pondok Pesantren jadi salah satu institusi pendidikan tempat para pemuda-pemudi di negeri ini belajar. Mereka biasa disebut santri. Di pesantren para santri belajar agama Islam lebih dalam ketimbang di sekolah pada umumnya.

Namun bukan berarti kiprah santri setelah lulus dari pesantren hanya berputar pada bidang keagamaan saja. Sejak dahulu para santri alumni pesantren punya banyak kiprah di berbagai bidang tak terkecuali politik. Jika dulu ada KH Wahid Hasyim yang berkiprah dalam politik, sekarang ada banyak santri alumni pesantren yang jadi kepala daerah.

Berikut 5 kepala daerah berlatar belakang santri yang kini mengemban amanah sebagai kepala daerah:

1. Walikota Depok Mohammad Idris, Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor

Inilah Deretan Kepala Daerah yang Pernah Jadi Santri Belajar di Pesantren


Warga Depok sudah pasti mengetahui sosok Mohammad Idris alias Idris Abdul Somad. Sosok yang menjabat Walikota Depok periode 2016-2021 ternyata seorang santri. Ia merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.

“Bapak dan paman saya memilihkan saya untuk mengenyam pendidikan di Gontor, mungkin dengan pertimbangan karena dari anak-anaknya belum ada yang masuk jurusan agama sebelumnya,” ujar Idris mengungkapkan awal masuk ke Gontor, dikutip laman Humas Kota Depok, Kamis (7/10/2021).

Suasana Pondok Modern Gontor yang mengedepankan kedisiplinan tak menjadi hambatan bagi pria kelahiran 25 Juli 1961 itu. Ia justru belajar banyak dari metode pembelajaran demikian.

“Saya pribadi sudah ditanamkan disiplin dan kemandirian oleh bapak dan ibu. Jadi saya sudah terbiasa dengan keadaan pesantren,” katanya.

2. Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Alumni Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya

Inilah Deretan Kepala Daerah yang Pernah Jadi Santri Belajar di Pesantren


Siapa sangka jika Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, merupakan seorang santri. Pria kelahiran Tasikmalaya pada 10 Mei 1969 itu merupakan alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya.

Dia memulai riwayat pendidikan saat memasuki Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khairiyah Manonjaya. Sembari nyantri ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Manonjaya di tahun yang sama. Ia lalu melanjutkan sekolah menengah atas di SMA Pasundan Tasikmalaya.

3. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Alumni PP Al Anwar Sarang

Inilah Deretan Kepala Daerah yang Pernah Jadi Santri Belajar di Pesantren


Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin merupakan politikus muda yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah. Sosok yang dikenal ramah ini ialah salah satu putra kebanggan dari Almarhum KH Maimun Zubair, yang meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi pada Selasa (6/8/2021).

Sejak kecil, Gus Yasin belajar di pesantren keluarganya yakni Pondok Pesantren Al Anwar Sarang.

Meskipun lahir dari keluarga ulama, namun pria kelahiran Kota Rembang, 2 Juli 1983 itu memiliki ketertarikan dalam bidang politik. Berawal pada Pilkada Jawa Tengah 2018, Gus Yasin mendampingi Ganjar Pranowo sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah. Kini masih menjabat dalam jangka waktu periode 2018-2013.

4. Khofifah Indar Parawansa, Alumni Ponpes Putri Al Fatimiyyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Inilah Deretan Kepala Daerah yang Pernah Jadi Santri Belajar di Pesantren


Khofifah Indar Parawansa merupakan aktivis perempuan Nahdlatul Ulama (NU) yang memilih karir sebagai politikus. Terjun dunia politik mengantarkan dirinya sebagai anggota dewan hingga menjadi menteri dua kali dengan presiden yang berbeda. Kini Khofifah menduduki jabatan sebagai Gubernur Jawa Timur.

Perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965 ini pernah menjadi santriwati di Pondok Pesantren Putri Fatimiyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

"Bu Khofifah ini pernah mondok di Tambakberas, di Fatimiyah" kata Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas KH Hasib Wahab Chasbullah dalam Reuni Akbar Alumni Ponpes Tambakberas.

Selain itu, Dewan pengasuh Ponpes Darul Karomah Gunung Jati, KH Jazuli Munif, menyebut Khofifah sebagai santri yang selalu taat kepada sang kiai.

"Bu Khofifah ini santrinya Gus Dur yang sejati, santrinya Gus Dur yang tidak neko-neko. Beliau terbukti menjadi ketua umum Muslimat NU empat periode. Ini menunjukkan bahwa beliau tidak diragukan lagi. Ijo njobo njero (hijau luar dalam/kader NU tulen). Dhohiron wa batinan," kata Kiai Jazuli dalam acara silaturahmi yang digelar di pondok pesantrennya, di Desa Kramat, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

5. Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, Alumni Ponpes Al Khairaat Palu Sulteng

Inilah Deretan Kepala Daerah yang Pernah Jadi Santri Belajar di Pesantren


Gubernur Maluku Utara, KH Abdul Gani Kasuba, merupakan seorang ulama yang terjun ke dunia politik. Ia dikenal sebagai 'mualaf' dalam perpolitikan. Itu karena ia tak memiliki banyak uang dan tidak mempunyai pengalaman dalam dunia politik praktis.

Namun Masyarakat Maluku Utara menginginkan dia untuk memimpin. Hingga akhirnya pada 2004 dipilih sebagai anggota legislatif. Masyarakat Maluku Utara kembali memberikan kepercayaan untuk menjadi Gubernur pada 2019.

Sebagai seorang ulama, amanah itu harus dipegang. Prinsip itulah yang membuat KH Abdul Ghani Kasuba tetap mengembang amanah rakyat hingga kini.

Sejak kecil Abdul Ghani Kasuba belajar di sekolah Islam yang didirikan oleh Yayasan Al-Khairat. Sekolah Dasar (SD) di Madrasah Diniyah Amaliyah (MDA) Al-Khairat hingga Madrasah Mualimin Al-Khairat (setingkat SMA).

”Belajar di Al-Khairat,membuat saya mempunyai dasar yang mumpuni dalam pendidikan Islam,” Kata Abdul Ghani Kasuba.

Lulus dari Madrasah Mualimin Al Khairat, ia melanjutkan pendidikan tinggi ke Islamic University of al-Madinah al-Munawarah.

Sepulangnya dari Madinah, AGK mengabdikan diri kepada Yayasan Al-Khairat sebagai Kepala Inspeksi. Beliau juga mendirikan sekolah-sekolah di berbagai daerah terpencil di Maluku Utara hingga Papua, sekaligus menerapkan ilmu yang dipelajarinya di Fakultas Dakwah saat di Madinah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)