LANGIT7.ID, Jakarta - Kafe di Masjid Cut Meutia Jakarta menjadi sentra pemberdayaan ekonomi ummat. Rumah ibadah ini bukan hanya menjadi tempat beribadah, tapi juga memiliki unit usaha.
Masjid tua yang dulunya bekas bangunan di zaman belanda, NV de Bowploeg ini menjadi sentra ekonomi kreatif dengan memaksimalkan remaja-remaja masjid.
Sekretaris Yayasan Masjid Cut Meutia, M Ashraf Ali mengatakan, ada sejumlah unit usaha yang jadi tempat membangun ekonomi umat. Mulai dari rumah makan, kaki lima sampai kafe.
"Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) punya kafe, itu jadi sumber penghidupan kita, RICMA Isyef Point Café," kata Ashraf Ali.
Masjid memiliki Isyef Point yang merupakan program pemberdayaan UMK berbasis masjid serta keuntungannya untuk pemberdayaan ekonomi baitullah tersebut.
"Di Jakarta masjid kurang lebih ada 4.000. Apabila ada pembinaan ekonomi UMKM di lingkungan masjid sungguh sangat luar biasa," ujarnya.
Menurut dia, potensi pemberdayaan ekonomi berbasis masjid akan menjadi besar bila melibatkan semua stakeholder, termasuk para pengusaha, sehingga ekonomi masyarakat bisa teratasi dengan baik, terutama di masa pandemi Covid-19.
"Ekonomi masyarakat bisa teratasi dengan baik di tengah kesulitan pandemi. Insyaallah masjid menjadi solusi," tuturnya.Kafe di Masjid Cut Meutia Jakarta menjadi sentra pemberdayaan ekonomi ummat. Rumah ibadah ini bukan hanya menjadi tempat beribadah, tapi juga memiliki unit usaha.
Masjid tua yang dulunya bekas bangunan di zaman belanda, NV de Bowploeg ini menjadi sentra ekonomi kreatif dengan memaksimalkan remaja-remaja masjid.
Sekretaris Yayasan Masjid Cut Meutia, M Ashraf Ali mengatakan, ada sejumlah unit usaha yang jadi tempat membangun ekonomi umat. Mulai dari rumah makan, kaki lima sampai kafe.
"Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) punya kafe, itu jadi sumber penghidupan kita, RICMA Isyef Point Café," kata Ashraf Ali.
Masjid memiliki Isyef Point yang merupakan program pemberdayaan UMK berbasis masjid serta keuntungannya untuk pemberdayaan ekonomi baitullah tersebut.
"Di Jakarta masjid kurang lebih ada 4.000. Apabila ada pembinaan ekonomi UMKM di lingkungan masjid sungguh sangat luar biasa," ujarnya.
Menurut dia, potensi pemberdayaan ekonomi berbasis masjid akan menjadi besar bila melibatkan semua stakeholder, termasuk para pengusaha, sehingga ekonomi masyarakat bisa teratasi dengan baik, terutama di masa pandemi Covid-19.
"Ekonomi masyarakat bisa teratasi dengan baik di tengah kesulitan pandemi. Insyaallah masjid menjadi solusi," tuturnya.
(bal)