Langit7, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan berfokus terhadap anak yatim piatu dalam menangani angka kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pihaknya akan mengutamakan penanganan anak yatim piatu di kabupaten dengan kemiskinan. Setidaknya terdapat lima kabupaten yang akan diprioritaskan, yakni Banjarnegara, Banyumas, Pemalang, Kebumen, dan Brebes.
Hal itu dilakukan sesuai dengan arahan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, saat menggelar rapat penanganan kemiskinan ekstrem lima kabupaten di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (7/10). Gus Yasin mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut terlibat dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.
“Instruksinya adalah bagaimana menangani (kemiskinan ekstrem) di lima kabupaten, di bawahnya ada kecamatan, diturunannya ada desa. Kami tadi mendorong OPD yang memiliki desa dampingan di lima kabupaten tersebut untuk penanganan anak yatim piatu, yatim, piatu di kawasan tersebut untuk diprioritaskan,” kata Gus Yasin, dalam keterangan tertulis (8/10).
Baca juga:
Berdayakan UMKM, Wapres: 2021 Kemiskinan Ekstrem Habis di JatengSaat ini pihaknya sudah melakukan
assesment kebutuhan bagi anak yatim piatu korban Covid-19 di Jawa Tengah. Menurutnya, Pemprov Jateng akan segera melakukan langkah terkait penanganan anak yatim piatu, sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Misalnya pendidikan, bagaimana keberlangsungan hidup mereka, siapa yang mengasuh. Itu kita assesment semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan data anak yatim piatu yang tinggal di desa dampingan OPD Jateng.
“Minggu ini sudah kami kirim data anak yatim, anak piatu, dan anak yatim piatu ke masing-masing OPD,” kata Imam.
Baca juga: Ganjar Pranowo Mengaku Penggemar Kopi TorajaSampai saat ini, kata dia, setidaknya terdapat sebanyak 81 desa dampingan di Jawa Tengah, yang diketahui terdapat anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Pihaknya akan berkoordinasi dalam kurun waktu sebulan ke depan terkait progres penanganan dari masing-masing OPD.
Seperti diketahui, sebelumnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis kemiskinan ekstrem di lima kabupaten di Jawa Tengah segera tertanggulangi pada akhir 2021. Hal tersebut disampaikan usai menggelar rapat tertutup bersama jajaran Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
(zul)