Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 15 April 2026
home global news detail berita

Menbud Fadli Zon Kunjungi Museum Topeng Cirebon, Punya Misi Besar untuk Budaya Nusantara

tim langit 7 Selasa, 18 November 2025 - 09:55 WIB
Menbud Fadli Zon Kunjungi Museum Topeng Cirebon, Punya Misi Besar untuk Budaya Nusantara
LANGIT7.ID–Cirebon; Kementerian Kebudayaan terus memperkuat ekosistem kebudayaan daerah melalui rangkaian kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke berbagai simpul budaya di Nusantara, termasuk Cirebon. Dalam agenda ini, Menbud meninjau Museum Topeng Cirebon yang berlokasi di area Balai Kota Cirebon sebagai bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memajukan kebudayaan nasional melalui lebih banyak ruang publik dan ruang budaya.

Museum Topeng Cirebon menampilkan ratusan koleksi topeng dan profil para maestro di baliknya. Terdapat lima topeng utama Cirebon atau disebut Topeng Panca Wanda, yakni Topeng Panji, Topeng Samba (Pamindo), Topeng Rumyang, Topeng Patih (Tumenggung), dan Topeng Kelana (Rahwana). Dalam pameran museum juga menampilkan para tokoh kesenian topeng seperti Ki Kandeg Padmajawinata, Ki Empek, tokoh pengrajin kedok Cirebon, hingga dalang wayang. Koleksi topeng yang ditampilkan diharapkan mampu menjadi sarana strategis dalam pelestarian budaya.

Disambut oleh Dewan Pengawas Museum Topeng Cirebon, Reini A. Daniel, serta kurator museum, Ki Waryo Sela, Menbud Fadli Zon meninjau tiap sudut museum, termasuk mengagumi instalasi topeng bertajuk Pahatan Pohon Topeng karya Sujana Priya. Koleksi yang menampilkan topeng pada cerita Panji, yang tersusun kokoh pada kayu utuh.

“Topeng Cirebon ini salah satu topeng yang legendaris dan mempunyai banyak cerita, dari Ramayana, Mahabarata, dan cerita-cerita lokal lainnya. Ini sangat penting untuk memperkenalkan kembali topeng Cirebon,” ujar Menbud Fadli Zon dalam keterangan resmi, Selasa (18/11/2025).

Menurutnya, topeng Cirebon merupakan salah satu ekspresi budaya yang perlu terus dihidupkan. Dengan kehadiran museum ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi dan edukasi mengenai topeng Cirebon serta mengenal para maestro.

Lebih lanjut, Menbud menegaskan bahwa nilai budaya topeng Cirebon dapat dikembangkan melalui berbagai media, termasuk buku dan film. “Perlu dibuat buku, film, dokumenter, serta berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya tentang topeng ini, sehingga topeng Cirebon makin hidup dan menjadi satu ekosistem yang tumbuh berkelanjutan di Cirebon dan sekitarnya,” ujar Menbud.

Dalam perjalanan, Menbud Fadli Zon yang didampingi Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Wali Kota Cirebon, Effendi Edo; Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; Direktur Sarana dan Prasarana, Ferry Arlian; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Retno Raswaty; serta budayawan Jajat Sudrajat, turut menyambangi kantor eks Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tugu Monumen 15 Agustus atau yang biasa disebut oleh masyarakat setempat sebagai Tugu Pensil.

Menbud Fadli Zon mendorong optimalisasi eks bangunan kantor DPMPTSP agar dapat didedikasikan sebagai museum dan galeri Kota Cirebon, terutama menggambarkan sejarah Kota Cirebon dan berbagai macam ekspresi budayanya. Menbud memproyeksikan fungsi bangunan tersebut dapat mencakup ruang seni pertunjukan musik, tari topeng, ruang pamer seni kontemporer, tempat diskusi, hingga asal-usul kuliner khas Cirebon, sehingga masyarakat yang berkunjung dapat memahami perjalanan budaya, peradaban, dan sejarah Cirebon dari masa ke masa.

“Kita membutuhkan lebih banyak ruang publik dan ruang budaya yang bisa mengedukasi serta memajukan kebudayaan nasional kita, dalam hal ini juga budaya Cirebon,” pungkas Menbud.

Kunjungan ini mencerminkan upaya menjaga keberlanjutan warisan sejarah sekaligus memperkuat pelestarian identitas lokal. Lebih dari itu, agenda ini menjadi bagian dari langkah strategis Kementerian Kebudayaan untuk memastikan infrastruktur kebudayaan di daerah siap mendukung pemajuan kebudayaan yang inklusif, progresif, dan berkelanjutan. Melalui penguatan ruang budaya, museum, serta simpul-simpul seni di tingkat lokal, Kementerian menegaskan pentingnya menghadirkan ekosistem kebudayaan yang hidup, relevan, dan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan, pengalaman, dan ekspresi budaya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 15 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)