LANGIT7.ID–Bekasi; Rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Indonesia kembali menjadi sorotan, terutama karena dampaknya yang besar terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Ketua MaKes PDA Kota Bekasi ‘Aisyiyah, Dwi Kusumaningsih SMI, menegaskan bahwa perilaku kesehatan masyarakat masih jauh dari ideal dan menjadi salah satu penyebab utama tingginya masalah gigi di berbagai kelompok usia.
Dwi menjelaskan bahwa capaian PHBS nasional saat ini baru mencapai 15 persen. Sementara itu, capaian di Jawa Barat berada pada tingkat yang lebih rendah dari angka nasional. “Perilaku hidup di Jawa Barat itu masih sangat rendah ya, 11,6%,” jelasnya di acara Kajian Kesehatan PHBS Dalam Keluarga : Menjaga Kesehatan Dimulai Dari Rumah bersama Enzim, di Aula Masjid Al-Ghurfon, Bekasi Timur, dikutip Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, rendahnya PHBS berkontribusi langsung terhadap tingginya kasus karies dan gangguan kesehatan mulut lainnya. Banyak penyakit yang sebenarnya berawal dari kebiasaan kecil sehari-hari yang sering diabaikan. “Karena banyak penyakit yang bersumber dari aktivitas sendiri,” ungkap Dwi.
Baca juga: Enzim: Makanan Modern Diam-Diam Rusak Air Ludah dan Picu Radang GusiAcara ini turut menggandeng Langit7.id sebagai media partner, yang ikut berperan dalam menyebarluaskan pesan penting seputar pola hidup bersih dan sehat, terutama terkait kesehatan gigi dan mulut di lingkungan keluarga.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih minim perhatian terhadap kebersihan dasar seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah, hingga konsumsi makanan sehat. Pola hidup seperti itu berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan gigi. “Jadi sebenarnya penyakit itu datangnya dari luar, tapi bisa jadi dibuatnya dari dalam tubuh kita sendiri,” jelasnya.
Baca juga: Enzim Soroti Lonjakan Kasus Radang Gusi, Enzim 40 Plus Jadi Solusi UtamaDwi menekankan bahwa PHBS harus dimulai dari rumah karena aktivitas keluarga berlangsung 24 jam sehari. Penerapan PHBS seperti mencuci tangan dengan sabun, penggunaan air bersih, hingga kebiasaan konsumsi buah dan sayur menjadi kunci untuk menekan risiko penyakit.
Ia mengingatkan bahwa masalah kesehatan gigi terjadi di semua kelompok usia. “Dari balita, prasekolah sampai lanjutan permasalahannya di gigi,” tuturnya.
Dwi menegaskan bahwa PHBS bukan sekadar imbauan, tetapi kebutuhan dasar masyarakat untuk mencegah kerugian kesehatan maupun finansial akibat sakit gigi dan penyakit lain yang bisa dicegah. “Pesan dari PHBS adalah bersih itu sehat Bu, dan ibadah,” ucapnya.
(lam)