LANGIT7.ID-, Aceh - Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah memaparkan bahwa kondisi
bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi
Aceh. Namun Kabupaten
Aceh Tamiang menjadi wilayah paling parah dan dinilai dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
"Sebanyak 18 Kabupaten/Kota terdampak banjir. Namun, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan wilayah yang paling parah dan sangat memprihatinkan kondisinya," ungkapnya saat apel pagi, dikutip Minggu (7/12/2025).
Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menjelaskan, di
Aceh Tamiang seluruh aktivitas pemerintahan terhenti akibat bencana. Banyak rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara korban jiwa juga dilaporkan jatuh.
"Situasinya betul-betul memprihatinkan. Pemerintah daerah tidak dapat beraktivitas karena seluruh sumber daya difokuskan pada penanganan darurat," jelas Marzuki.
Sementara itu, aktivitas pemerintahan di 17 kabupaten lainnya yang turut dilanda banjir telah kembali berjalan meskipun masih dalam tahap pemulihan.
Baca juga: Jaringan Komunikasi Terputus, Pemulihan Internet Satelit dan Perbaikan BTS Dilakukan di SumbarDi hadapan seluruh personel Polda Aceh, termasuk Irwasda dan para Pejabat Utama, Kapolda mengimbau agar jajaran kepolisian menunjukkan empati dan kepedulian terhadap daerah yang masih terdampak, khususnya Aceh Tamiang yang membutuhkan perhatian ekstra.
Kapolda Aceh menegaskan bahwa Polda Aceh terus memantau perkembangan situasi daerah -daerah yang terdampak Bencana Banjir, serta memastikan bantuan logistik dari Mabes Polri, Polda Aceh dan Polda-Polda lain tersalurkan dan akan terus kita salurkan secara rutin dan berkelanjutan, jelas Kapolda Aceh.
Kemudian perbantuan Personel Polda Aceh sudah ditugaskan ke beberapa Kabupaten di wilayah Timur yang terdampak banjir sangat parah.
"Untuk ke depan, Personel Polda Aceh akan bertugas secara bergantian, sehingga daerah-daerah yang tertimpa musibah banjir tetap ada Polisi, baik dalam membantu masyarakat maupun untuk percepatan pemulihan dari dampak bencana banjir," tegasnya.
Baca juga: Kementerian Komdigi: Starlink di Wilayah Banjir Aceh, Gratis dan Tidak DiperjualbelikanBanjir yang merendam Kabupaten Aceh Tamiang diperkirakan mencapai enam meter dari badan jalan. Hancurnya sejumlah infrastuktur vital seperti listrik, membuat wilayah tersebut gelap gulita. Mengutip Kompas, pada 26 November sekira pukul 03.00 WIB, air terus meninggi. Situasi mencekam sebab istrik padam, hujan deras, dan ditambah angin kencang.
Warga yang menceritakan kondisi saat itu mengatakan bahwa mereka berjalan menelusuri bukit, menghindari air bah yang mulai mencapai kaki bukit hingga menemukan sebuah rumah yang lebih tinggi, tempat mereka bertahan selama delapan hari.
"Kami bertahan di situ hingga hari kedelapan. Warga bantu warga. Tidak bicara lagi bantuan pemerintah, tidak ada sama sekali," katanya.
Baca juga: Ferry Irwandi Ungkap Kondisi Aceh Tamiang: Mencekam, Belum Ada Bantuan Masuk(lsi)