LANGIT7.ID–Jakarta; PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin menegaskan perannya dalam memperluas ekosistem layanan keuangan syariah melalui penguatan UMKM Center yang kini menjadi tulang punggung percepatan pembinaan usaha rakyat. Alih-alih sekadar menyediakan pembiayaan, pusat pengembangan ini diarahkan menjadi ruang tumbuh yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pendampingan bisnis, literasi, hingga pemasaran.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa BSI tidak hanya menargetkan ekspansi sektor keuangan syariah, tetapi juga menempatkan sektor riil sebagai fokus penguatan ekonomi nasional. Melalui UMKM Center, alur pembinaan dibuat lebih sistematis agar usaha mikro dapat meningkat kapasitasnya dan melangkah menuju kategori kecil maupun menengah.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa strategi penguatan UMKM menjadi prioritas perusahaan. Ia menyebut BSI mengambil pendekatan agresif melalui literasi, pendampingan, dan pembukaan akses pembiayaan yang lebih luas.
“UMKM Center kami arahkan menjadi hub bisnis yang berkembang dan menjadi entry gate layanan syariah. Mulai dari akses digital, permodalan, hingga transaksi,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (8/12/2025).
Pusat Pembinaan yang Terus BerkembangEmpat lokasi utama UMKM Center—Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar—menjadi basis pelaksanaan program. Keempat pusat ini memegang peran penting sebagai simpul yang mempertemukan edukasi, konsultasi, dan layanan bisnis berbasis syariah.
Sejak mulai beroperasi pada 2021, UMKM Center telah membina lebih dari 5.300 UMKM. Jam operasi program semakin intens pada tahun berjalan, ditandai dengan lebih dari 240 pelatihan, ratusan sesi konsultasi bisnis yang diikuti 200 pelaku UMKM, serta 33 kegiatan business matching yang mempertemukan lebih dari 150 peserta.
Pada sisi pemasaran, lebih dari 5.000 produk UMKM terserap di berbagai kanal. Sementara itu, kebutuhan compliance tetap diutamakan, terlihat dari fasilitasi 355 sertifikasi halal yang mencakup 986 produk.
Dampak pada Pembiayaan dan Transaksi SyariahKontribusi UMKM Center turut tercermin pada peningkatan pembiayaan ritel yang berasal dari referral program, mencapai Rp41,76 miliar atau naik 8,50% secara tahunan. Penguatan digital juga menonjol melalui peningkatan penggunaan QRIS sebesar 36,96%, transaksi BYOND yang tumbuh 31,09%, serta pemanfaatan EDC oleh pelaku UMKM yang semakin luas.
Selaras dengan POJK No.19/2025 mengenai pembiayaan UMKM, BSI terus mendorong akses permodalan untuk usaha mikro hingga Rp500 juta. Sementara itu, pembiayaan SME diarahkan pada kebutuhan modal kerja dan investasi dengan rentang Rp500 juta hingga Rp25 miliar.
Penguatan Ekosistem Emas untuk UMKMBSI juga membangun ekosistem emas sebagai pilihan instrumen pembiayaan maupun investasi bagi UMKM binaan. Program yang dikembangkan mencakup cicil emas, gadai emas, hingga pembiayaan beragun emas untuk menambah modal usaha.
Apresiasi untuk Komitmen Pengembangan UMKMKomitmen BSI dalam memperkuat daya saing UMKM kembali mendapat pengakuan dari berbagai lembaga. Tahun ini, BSI meraih penghargaan Mitra Kolaborator dari Kementerian Koordinator Perekonomian (IFIS), penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM melalui Apresiasi Wirausaha Indonesia 2025, serta apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia.
(lam)