Pesan Rektor UMMAD di Wisuda 2025: Jangan Berhenti Kuliah Hanya karena Terkendala Biaya
tim langit 7Senin, 29 Desember 2025 - 14:45 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mengambil langkah konkret dalam mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi dengan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu. Fokus ini menjadi prioritas kampus guna memastikan kendala finansial tidak menjadi penghambat generasi muda untuk menempuh studi sarjana.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Rektor UMMAD, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., di sela prosesi Wisuda Sarjana 2025 yang berlangsung di Madiun, Sabtu (27/12). Menurutnya, kehadiran 14 program studi di UMMAD saat ini merupakan instrumen strategis untuk membantu pemerintah daerah dalam memeratakan kualitas pendidikan.
Rektor menekankan bahwa institusinya siap memberikan pendampingan khusus bagi calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki keinginan kuat untuk belajar.
"Maka masuklah ke UMMAD, pasti kita tangani. Ini menjadi salah satu misi kita (UMMAD)," ujar Prof. Sofyan Anif dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).
Perluasan Program dan Fasilitas
Selain fokus pada keterjangkauan biaya, UMMAD juga terus memperkuat relevansi kurikulum melalui enam program studi baru yang dinilai prospektif, yakni:
- Psikologi
- Manajemen
- PGSD
- Hukum
- Sistem Informasi
- Desain Komunikasi Visual (DKV)
Langkah strategis lainnya adalah kesuksesan Program Sarjana Desa. Program ini telah menarik minat banyak perangkat desa hingga kepala desa untuk berkuliah, dengan konsentrasi utama pada prodi Hukum dan Manajemen. Hal ini dianggap sebagai bukti meningkatnya kepercayaan publik terhadap mutu pendidikan di UMMAD.
"Kami sampaikan masyarakat yang terkendala biaya Insya Allah UMMAD jadi jembatan mengatasi kendala tersebut," terang Rektor UMMAD.
Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan
Guna menunjang kenyamanan akademik, UMMAD baru saja merampungkan pembangunan gedung baru di Kampus 1 dan akan segera memulai renovasi di Kampus 2. Transformasi fisik ini dilakukan agar UMMAD mampu bersaing dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) besar lainnya di Indonesia.
“Jadi saya berharap jangan ragu masuk UMMAD, UMMAD berbenah dari waktu ke waktu. Kita sudah selesai membangun gedung baru di kampus 1. Setelah ini kita rehab kampus 2. Kita terus berupaya agar UMMAD menjadi aset Muhammadiyah yang bisa mengejar PTM yang sudah besar,” pungkas Prof. Sofyan Anif.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”