LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) memperlihatkan kemajuan yang mengesankan dalam wisuda ketiga mereka pada Senin, 30 Desember 2024. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., kampus yang baru berdiri sejak 2020 ini telah menunjukkan prestasi gemilang dengan meluluskan 62 sarjana baru dari program studi Ilmu Aktuaria, Ilmu Komunikasi, dan Kesejahteraan Sosial.
"Maka tidak ada pengorbanan tanpa perjuangan. Tidak ada perjuangan yang dicita-citakan tanpa ada keikhlasan. Ini rangkaian kata-kata yang harus dimaknai sebagai usaha keras kita. Maka supaya santai saya akan sampaikan beberapa pantun: Bunga mawar bunga Melati. Indah dilihat menawan hati. Bangga jadi alumni UMMAD yang selalu dinanti. Siap berkiprah membangun negeri. Datang di acara wisuda bersama yang dicinta. Mampir dijalan membeli bunga. Menjadi sarjana UMMAD yang penuh asa. Bangga menjadi alumni karena UMMAD siap unggul siap mendunia," kata Rektor dalam keterangan resmi, Senin (30/12/2024).
Yang menarik, UMMAD tidak hanya fokus pada pengembangan lokal, tetapi juga telah menyiapkan langkah strategis menuju kancah internasional. "Jadi kalau ditanya lulusan dari mana? langsung sebut UMMAD, yang keras. Jangan pesimis jangan kecil hati. Kami pimpinan telah menyusun perencanaan matang ke depan, kita kembangkan UMMAD jadi perguruan tinggi yang sejajar dengan yang lain karena kita punya orientasi mendunia," terang figur yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut.
"Jadi kami coba untuk 'boncengkan' agar ada 1-2 mahasiswa ilmu komunikasi UMMAD yang mendunia. Dua tahun di UMS dua tahun di Korea. Nanti juga begitu di UMMAD 2 tahun di Korea 2 tahun. Itu jadi hal menarik sekali karena kita sudah memiliki komitmen unggul mendunia," jelas Sofyan Anif.
Prestasi akademik UMMAD juga terlihat dari keberhasilan para lulusannya. Tiga wisudawan terbaik - Lia Nuritasari (IPK 3,76), Yayuk Setiawati (IPK 3,76), dan Kiki Andriani (IPK 3,75) - membuktikan kualitas pendidikan yang dihadirkan kampus ini.
"Banyak dosen UMMAD yang mendapat dana riset pengabdian masyarakat. Bahkan dosen UMMAD juga memperoleh (dana) pengabdian yang mahal sekali itu, program KOSABANGSA 2024. Perguruan Tinggi negeri sekalipun sulit bisa mendapat hibah ini. Tapi UMMAD bisa," ujar Rektor.
Kabar menggembirakan lainnya, UMMAD sedang dalam proses transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT). "Kita tinggal satu langkah menerima ijin perubanan kata kata UMMAD jadi UMJT, Universitas Muhammadiyah Jawa Timur," ungkap Rektor UMMAD.
"Kita upayakan semaksimal mungkin masyarakat Madiun Raya berpendidikan tinggi, sehingga memberi APK signifikan kepada pemerintah. APK yang tinggi itu yang sangat diharpakan pak presiden termasuk pak Menteri," terang Sofyan Anif.
(lam)