LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Pergantian tahun dari 2025 menuju tahun 2026 sudah di depan mata.
Sepanjang tahun 2025 ada berbagai peristiwa yang terjadi di Tanah Air, mulai dari bencana alam hingga memanasnya situasi di berbagai daerah, dimana masyarakat secara massif memprotes kebijakan pemerintah hingga berujung pada hilangnya nyawa.
Lalu di masa akhir tahun 2025, sejak November hingga penghujung Desember, rangkaian bencana alam melanda berbagai daerah, mulai dari tanah longsor, banjir bandang, hingga erupsi gunung berapi. Bencana tersebut terjadi hampir merata dari wilayah barat hingga timur Nusantara.
Begitu banyak peristiwa yang terjadi sepanjang 2025, namun ini dia sejumlah peristiwa yang cukup besar dan mencuri perhatian baik di dalam negeri maupun global yang dirangkum dari berbagai sumber:
12 Mei 2025Di Garut terjadi sebuah ledakan hingga menewaskan 13 orang yang terdiri dari empat anggota TNI dan Sembilan warga sipil. Ledakan terjadi disebabkan pemusnahan amunisi kedaluarsa.
28-30 Agustus 2025Ada demo besar-besaran yang berujung ricuh di Jakarta menyikapi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat dan nirempati.
Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yakni berupa tunjangan perumahan. Kemudian aksi demo memanas usai driver ojek online tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Demo itu juga berdampak pada aksi segelintir masyarakat yang melakukan pengrusakan dan penjarahan di rumah Anggota Dewan Eko Patrio, Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Uya Kuya, serta Menteri Keuangan kala itu, Sri Mulyani.
9-10 September 2025Sejumlah wilayah yang diterjang banjir meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendata total 521 titik banjir terdiri dari 120 titik banjir di Kota Denpasar dengan dua wilayah terparah, yaitu kawasan Pasar Badung dan sepanjang aliran Sungai Badung yang berhimpitan dan kawasan Jalan Pura Demak.
BNPB mencatat sebanyak 18 orang ditemukan tewas dalam banjir tersebut, empat orang masih hilang, dan lebih dari 250 kepala keluarga atau 620 orang terdampak.
29 September 2025Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo ambruk. Bangunan 4 lantai runtuh saat para santri salat Ashar berjamaah. Dari peristiwa tersebut sebanyak 63 orang meninggal dunia.
Belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, meskipun Polda Jatim telah menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan dan menemukan adanya unsur pidana terkait kelalaian, serta memeriksa sejumlah saksi dan ahli konstruksi
7 November 2025Masyarakat dikejutkan dengan adanya bom rakitan yang meledak di SMAN 72, Jakarta. Bom tersebut meledak saat berlangsungnya sholat Jumat di sekolah.
Lebih mengejutkan lagi, pelaku meledaknya bom tersebut ternyata salah satu siswa. Ia merakit sendiri lalu membawa tujuh bom ke sekolah, dimana dua meledak dan lima bom lainnya tidak meledak.
Nahas, peristiwa tersebut menyebabkan 98 orang menjadi korban luka-luka.
16 November 2025Longsor terjadi di wilayah Jawa Tengah hingga menimbun permukiman warga. Korban meninggal 17 orang, 11 orang hilang dan sebanyak 1.019 warga mengungsi.
19 November 2025Banjir lahar dingin melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur akibat Gunung Semeru erupsi. Satu desa yaitu Kampung Kamar A, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jatim tertimbun material vulkanis.
Dampak dari bencana ini menyebabkan 178 pendaki terjebak di Ranu Kumbolo, sebanyak 11.116 warga mengungsi, dan akses jalan serta jembatan pun terputus.
25 November 2025Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi yang ada di Pulau Sumatera secara bersamaan yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Bencana ini tercatat sebagai bencana dengan korban terbesar sepanjang 2025. Bahkan di Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyebutnya ini adalah bencana tsunami kedua. Kondisi makin parah setelah banyak wilayah terisolir akibat putusnya akses jalan dan komunikasi.
Menurut data BNPB hingga Minggu 28 Desember 2025, dari tiga provinsi tercatat sebanyak 1.140 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut, 217 orang hilang, dan 654.642 orang mengungsi. Berikut perinciannya:
- Aceh: 513 orang meninggal dunia, 32 orang hilang, sekira 4.300 orang luka-luka dan 377.853 mengungsi.
- Sumatera Utara: 365 orang meninggal dunia, 60 orang hilang, sekira 2.300 orang luka-luka, dan 11.384 mengungsi
- Sumatera Barat: 262 orang meninggal dunia, 72 orang hilang, sekira 382 orang luka-luka, dan 9.935 mengungsi.
28 Desember 2025Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Ketinggian air hingga atap rumah. Data sementara sebanyak 1.466 rumah dan 1.615 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang.
Catatan BNPB Soal Bencana Alam Sepanjang 2025BNPB mencatat, dari total 3.116 kejadian bencana di sepanjang 2025, sekira 99 persen merupakan bencana hidrometeorologi, sementara sisanya adalah bencana geologi seperti gempa bumi, erupsi gunung api, dan tsunami. Banjir menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi dengan 1.584 kejadian.
Selanjutnya disusul cuaca ekstrem sebanyak 673 kejadian dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 546 kejadian. Adapun tanah longsor tercatat sebanyak 225 kejadian, sementara kekeringan terjadi 36 kali.
Untuk bencana geologi, tercatat 23 kejadian gempa bumi, 7 erupsi gunung api, dan 1 kejadian tsunami sepanjang 2025.
Dominasi bencana hidrometeorologi ini menunjukkan kuatnya pengaruh curah hujan ekstrem, perubahan iklim, serta persoalan tata ruang dan degradasi lingkungan di berbagai daerah.
(lsi)