Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 25 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Strategi UKM Go Online di New Normal

mahmuda attar hussein Senin, 11 Oktober 2021 - 10:05 WIB
Strategi UKM Go Online di New Normal
Ilsutrasi strategi penjualan di masa normal. Foto: Langit7
Langit7, Jakarta - Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memaksa berbagai pelaku usaha untuk mulai bisa melakukan penjualan secara online. Apalagi, dengan pandemi Covid-19 saat ini membuat segala kebutuhan transaksi jual-beli online meningkat secara drastis.

Konsultan Bisnis, Jaya Setiabudi mengatakan, go online bagi para pelaku UKM bukan lagi sebuah tawaran, melainkan sudah menjadi kewajiban. Apalagi terlihat dari perubahan dalam kegiatan jual-beli yang cukup signifikan di tengah pandemi, seperti promosi dan distribusi.

“Untuk menghadapi new normal, jangan harap balik normal lagi. Kalau kita berharap balik normal, seringkali kita hanya berdiam tanpa usaha untuk merubah mindset dan cara dalam bisnis,” ujar dia dikanal Youtubenya, Jaya Setiabudi.

Produk yang Diminta Pasar

Tidak dapat ditampikan bahwasannya di tengah pandemi Covid-19 hingga saat ini, berbagai produk kesehatan dan pendukungnya kian laris di pasaran. Hal itu menyebabkan banyak pelaku usaha yang mulai melakukan peralihan produk dagangnya.

Baca juga: Dongkrak Omzet UMKM, Kemenparekraf Gandeng E-Commerce Kembangkan Stimulus BBI

Mas J, sapaan akrab Jaya Setiabudi mengatakan, saat ini setelah angka penularan Covid-19 sudah mulai menurun, mempengaruhi nilai jual dan kebutuhan masyarakat akan produk kesehatan. Sehingga tidak dipungkiri nantinya akan terjadi peralihan produk kembali atau pun produk turunan yang masih berkaitan.

“Seperti penjualan sepeda yang sempat naik dan saat ini sudah mulai turun. Maka siasatnya adalah menghadirkan produk turunan dari sepeda itu, seperti aksesoris tas sepeda, dan lainnya,” ujarnya.

Distribusi dan Pemasaran

Dalam hal ini, berkaitan dengan keinginan konsumen dalam kecepatan mendapatkan produk dan di mana harus melakukan transaksi. Seperti diketahui, distribusi barang ke swalayan sebelum pandemi terus stabil di pasaran.
Namun, akibat diberlakukannya PPKM Darurat oleh pemerintah, membuat distribusi ke swalayan menurun drastis. Untuk solusinya, lanjut Mas J, perlu menghadirkan suatu distribusi alternatif.

“Ketergantungan terhadap retail chain ini yang menyebabkan kehilangan pelanggan. Pemasaran online menjadi alternatif distribusi yang hadir dan bisa digunakan,” ujarnya.

Baca juga: UMKM Lokal Berjaya di PON XX Papua

Faktor Iklan

Kalau sebelumnya pelaku usaha menggunakan strategi iklan secara offline, di era new normal ini mau tidak mau harus mulai melakukan strategi iklan secara online. Beberapa platform media sosial dapat digunakan untuk mulai melakukan promosi ini, seperti instagram, facebook, dan tiktok.

“Dalam hal ini manfaatkan para influencer atau pun micro influencer yang pengikut akun media sosialnya di bawah 10 ribuan tapi tetap efektif. Tinggal bagaimana setelah dilirik bisa mengonfirmasinya menjadi transaksi,” ujarnya.

Untuk itu, perlu menghadirkan sebuah tautan ke marketplace atau pun wadah jualan online. Hal itu dilakukan guna memudahkan calon pembeli mendapatkan barang yang diinginkan dan mendorong mereka segera melakukan transaksi.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 25 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)