Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home global news detail berita

AS Bakal Rebut Greenland dalam Berbagai Opsi, Salah Satunya Melalui Militer

lusi mahgriefie Rabu, 07 Januari 2026 - 07:05 WIB
AS Bakal Rebut Greenland dalam Berbagai Opsi, Salah Satunya Melalui Militer
Greenland telah memiliki pemerintahan sendiri sejak tahun 1979, meskipun pertahanan dan kebijakan luar negeri tetap berada di tangan Denmark. Sumber: Ist
LANGIT7.ID-, New York - Saat ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah membahas "berbagai opsi" untuk bisa merebut dan menguasai Greenland, termasuk penggunaan militer.

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan kepada BBC bahwa memperoleh Greenland adalah "prioritas keamanan nasional".

Hal ini terjadi setelah Trump mengulangi pernyataannya pada akhir pekan bahwa AS "membutuhkan" Greenland, wilayah semi-otonom milik Denmark, anggota NATO lainnya, untuk alasan keamanan.

Pernyataan Gedung Putih juga dikeluarkan beberapa jam setelah para pemimpin Eropa bersatu mendukung Denmark, yang Perdana Menterinya, Mette Frederiksen, memperingatkan pada hari Senin bahwa serangan apa pun oleh AS akan mengakhiriNATO.

Gedung Putih menyatakan pada hari Selasa: "Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi."

NATO adalah kelompok militer trans-Atlantik di mana sekutu diharapkan saling membantu jika terjadi serangan eksternal.

Baca juga: Kemenlu Sampaikan Kondisi 37 WNI di Venezuela Pascaserangan AS, Terpantau Aman

Kemudian pada hari Selasa, enam sekutu Eropa mendukung Denmark dalam pernyataan bersama.

"Greenland adalah milik rakyatnya, dan hanya Denmark dan Greenland yang dapat memutuskan masalah yang menyangkut hubungan mereka," kata para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Denmark, melansir bbc.com, Rabu (7/1/2026).

Mereka menekankan memiliki antusiasme yang sama dengan AS dalam keamanan Arktik. Para penandatangan pernyataan bersama Eropa mengatakan bahwa hal ini harus dicapai oleh sekutu NATO, termasuk AS "secara kolektif".

Tak ketinggalan mereka juga menyerukan "penegahan prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, integritas wilayah, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan".

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut baik pernyataan tersebut dan menyerukan "dialog yang penuh hormat".

"Dialog harus berlangsung dengan menghormati fakta bahwa status Greenland berakar pada hukum internasional dan prinsip integritas teritorial," kata Nielsen.

Isu AS Ambisi Kuasai Greenland Mencuat

Masalah masa depan Greenland kembali mencuat setelah intervensi militer AS di Venezuela, di mana pasukan elit masuk untuk menangkap Presiden negara itu, Nicolás Maduro, dan membawanya untuk menghadapi tuduhan narkoba dan senjata di New York.

Sehari setelah penggerebekan itu, Katie Miller yang merupakan istri dari salah satu ajudan senior Trump, mengunggah peta Greenland di media sosial dengan warna bendera Amerika, bersama dengan kata "SEGERA".

Pada hari Senin, suaminya, Stephen Miller, mengatakan bahwa "posisi resmi pemerintah AS adalah bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS".

Ketika ditanya berulang kali dalam sebuah wawancara dengan CNN apakah AS akan mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencaploknya, Miller menjawab: "Tidak ada yang akan melawan AS terkait masa depan Greenland."

Hal berbeda dikatakan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada para anggota parlemen dalam sebuah pengarahan rahasia di Capitol Hill bahwa pemerintahan Trump tidak berencana untuk menginvasi Greenland, tetapi ingin membeli pulau itu dari Denmark. Demikian laporan Wall Street Journal.

Baca juga: Negara-negara Ini Bakal Jadi Target Serangan AS Selanjutnya, Setelah Venezuela

Seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa opsi Amerika termasuk pembelian langsung Greenland atau membentuk Perjanjian Asosiasi Bebas dengan wilayah tersebut.

Sebelumnya, Greenland dan Denmark mengatakan mereka telah meminta untuk segera bertemu Rubio untuk membahas klaim Amerika atas pulau tersebut.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan pertemuan dengan Rubio akan menyelesaikan "kesalahpahaman tertentu".

Senator Eric Schmitt, seorang Republikan dari Missouri, menekankan keamanan nasional ketika ia berbicara kepada BBC pada hari Selasa tentang Greenland.

"Saya pikir mereka hanya sedang dalam tahap pembicaraan saat ini. Harapan saya adalah Eropa akan memahami bahwa Amerika yang kuat itu baik untuk peradaban Barat," katanya.

Menurutnya, semua kemarahan ini dapat digunakan untuk benar-benar meningkatkan pengeluaran pertahanan untuk pertahanan benua mereka sendiri. "Itulah perspektif saya," tegas dia.

Baca juga: Donald Trump Akui Ambisius Rebut Greenland Demi Kuasai Kekayaan Mineral

Trump mengemukakan ambisinya untuk mengakuisisi Greenland sebagai pusat strategis AS di Arktik selama masa jabatan presiden pertamanya, dengan mengatakan pada tahun 2019: "Pada dasarnya ini adalah kesepakatan properti besar."

Ada peningkatan minat dari Rusia dan China terhadap pulau tersebut, yang memiliki cadangan logam tanah jarang yang belum dimanfaatkan, karena pencairan es meningkatkan kemungkinan jalur perdagangan baru.

Pada bulan Maret, Trump mengatakan Amerika akan "bertindak sejauh yang diperlukan" untuk menguasai wilayah tersebut.

Selama sidang kongres musim panas lalu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth ditanya apakah Pentagon memiliki rencana untuk merebut Greenland dengan paksa jika perlu.

"Tugas kami di Departemen Pertahanan adalah memiliki rencana untuk menghadapi segala kemungkinan," kata Hegseth kepada seorang anggota parlemen. Washington sudah memiliki pangkalan militer di pulau itu. (*/lsi/bbc)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)