LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi dan dialog dengan Gubernur Bengkulu beserta jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam rangka membahas penguatan pemajuan kebudayaan daerah, optimalisasi pemanfaatan cagar budaya, serta pengembangan film sebagai medium strategis pengenalan Bengkulu secara lebih luas.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta tersebut, Menteri Kebudayaan menyampaikan komitmennya untuk memperluas kerja sama kebudayaan dengan Provinsi Bengkulu. Ia mengungkapkan bahwa Bengkulu memiliki potensi cagar budaya dan aset kebudayaan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan.
“Museum dan taman budaya harus terus kita dorong menjadi kantong budaya yang hidup, sekaligus ruang edukasi dan interaksi masyarakat. Cagar budaya yang ada juga bisa dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas kebudayaan, ekonomi budaya, ekonomi kreatif, object tourism, hingga pusat kuliner. Semoga museum dan taman budaya di setiap provinsi semakin maju dan berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menyampaikan apresiasinya atas perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap pemajuan budaya daerah. Ia menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting dalam membangun martabat bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang dikenali dari kebudayaannya, bukan semata dari pembangunan fisiknya. Langkah-langkah yang dilakukan Kementerian Kebudayaan selama ini kami nilai sangat tepat dan strategis,” ucapnya.
Gubernur Bengkulu juga memaparkan kekayaan budaya Bengkulu yang masih belum banyak dikenal, termasuk keberagaman suku, bahasa, dan adat istiadat, seperti di Pulau Enggano. Ia menyampaikan keinginan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dalam mengangkat dan memperkenalkan kebudayaan Bengkulu, termasuk melalui pengembangan film berbasis budaya lokal.
Salah satu pihak yang turut memaparkan gagasan tersebut adalah produser film dari Production House JFS Kreatif Studio, Anggit Dhanurendra. Ia menjelaskan bahwa ide pengembangan film tentang Bengkulu berangkat dari kegelisahan atas masuknya narasi budaya asing melalui produksi film luar yang menggunakan lokasi di Indonesia tanpa mengangkat identitas lokal.
“Kami ingin berangkat dari layar lebar untuk mengangkat film daerah yang belum banyak tersentuh. Bengkulu, termasuk Enggano, memiliki kekayaan budaya yang kuat dan autentik untuk diceritakan,” jelas Anggit.
Ia menyampaikan rencana pengembangan dua judul film, yakni Enggano: Cinta Sesempurna Impian dan Jejak Merah Putih, yang mengangkat kekayaan budaya Enggano serta narasi tokoh nasional Fatmawati sebagai penjahit Bendera Merah Putih. Kedua film tersebut dirancang tidak hanya sebagai karya sinema, tetapi juga sebagai sarana penguatan citra budaya dan destinasi Bengkulu.
“Dua film ini kami bayangkan menjadi sarana cultural branding, destination branding, sekaligus personal branding Bengkulu, agar dikenal lebih luas di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa film merupakan medium yang sangat efektif untuk memperkenalkan suatu daerah, namun harus dibangun di atas fondasi cerita yang kuat.
“Film adalah platform paling baik untuk mengenalkan suatu tempat. Namun kuncinya ada pada skenario. Pengembangan skenario film harus dilakukan secara serius dan profesional karena akan menentukan kekuatan film dan efektivitas pesan yang ingin disampaikan,” tegas Menteri Kebudayaan.
Dirinya juga mendorong pendekatan bertahap melalui penguatan ekosistem kreatif di daerah, seperti festival film pendek atau dokumenter, serta pelibatan sineas muda dan kreator konten untuk membangun kesadaran publik terhadap Bengkulu dan kekayaan budayanya.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan bahwa Bengkulu memiliki potensi budaya yang kuat dan eksotik, namun perlu dikemas dengan pendekatan kreatif yang tepat agar dapat diterima oleh publik secara luas. Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak aktivasi seni dan budaya di Bengkulu untuk menumbuhkan ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Budaya, Anindita Kusuma Listya; Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja; serta jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Menteri Kebudayaan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Bengkulu dan para pelaku industri kreatif dalam mengangkat kebudayaan daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Ia menyatakan optimismenya bahwa Bengkulu dapat berkembang sebagai salah satu pusat penguatan budaya daerah di Indonesia.
“Saya yakin, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku budaya, Bengkulu dapat semakin maju kebudayaannya,” tutup Menteri Kebudayaan.
