LANGIT7.ID-Jakarta; Sebagai bentuk komitmen Kementerian Kebudayaan dalam memelihara budaya dan identitas nasional, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memimpin rapat persiapan program WBTb (Warisan Budaya Tak Benda) Indonesia.
Rapat yang berlangsung di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, tersebut membahas strategi percepatan penetapan WBTBI beserta implementasinya di tingkat pemerintah daerah dan pusat.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Fadli memberikan arahan untuk terus mengawasi berbagai tantangan yang muncul dalam penetapan WBTBI.
Menurutnya, sejumlah tantangan tersebut dapat diatasi dengan melakukan kolaborasi lintas instansi yang berjalan dari hulu ke hilir.
Menbud menyebutkan bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan akan terus memperkuat kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, perguruan tinggi, hingga pemerintah daerah.
“Kerja sama dengan berbagai pihak tentu bisa menggerakkan percepatan penetapan WBTBI. Sebagai contoh, kita bisa terus berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, komunitas, perguruan tinggi, hingga pemerintah daerah. Sebab, kita tahu bahwa potensi WBTBI sangat besar, jadi kita ingin meningkatkan dari sisi kualitatif maupun kuantitatif,” jelas Menbud dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).
Lebih jauh, Menteri Kebudayaan menuturkan bahwa potensi WBTBI bukan hanya sekadar ajang pengakuan dunia, melainkan instrumen untuk menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Apabila masyarakat memiliki pengetahuan terkait warisan budaya di daerahnya masing-masing, maka warisan budaya tersebut akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi kreatif daerah.
“Kita bisa melakukan rebranding terhadap warisan budaya. Misalnya gastronomi atau kuliner Indonesia yang jumlahnya banyak. Jika kuliner nusantara di- rebranding sebagai warisan budaya tak benda, maka kuliner jadi punya nilai lebih. Kemudian misalnya pertunjukan seni yang di- rebranding menjadi warisan budaya, tentu orang akan melihat pertunjukan itu bukan sekadar pertunjukan biasa. Ini yang perlu kita bangun kesadaran,” tegas Menbud Fadli.
Menteri Fadli turut menegaskan bahwa perlu adanya program lanjutan setelah sebuah warisan budaya ditetapkan secara resmi.
Sebagai bagian dari pembangunan ekosistem budaya, Menbud mengusulkan adanya pendokumentasian WBTBI secara rutin, baik melalui dokumentasi konvensional seperti buku hingga dokumentasi digital melalui website, foto dan video.
“Setelah ditetapkan, kita perlu membangun ekosistem di komunitas-komunitas, misalnya proses institusionalisasi pengetahuan supaya lebih sustainable . Kemudian dokumentasi secara digital juga perlu kita tampilkan melalui website , foto atau video tentang WBTBI, cagar budaya, dan lain-lain. Jadi paling tidak datanya bisa terhimpun dan tidak berceceran,” imbuh Menteri Kebudayaan.
Merespons pernyataan Menbud, perwakilan Tim Ahli WBTBI, Pudentia MPSS, berharap bahwa program penetapan WBTBI dapat menjadi wadah best practices dalam menjaga keberlanjutan tradisi budaya agar tetap hidup di masyarakat.
“Hal terpenting adalah bagaimana nanti daerah juga bisa mengusulkan good practices atau best practices yang sudah dilakukan untuk mencegah hilangnya warisan budaya, agar tetap menjadi living traditions dan bisa dibagikan untuk provinsi-provinsi dan daerah lain,” terang Pudentia.
Rapat ini turut menghadirkan tim WBTBI beserta jajaran Kementerian Kebudayaan, yakni Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan;
Staf Khusus Menteri bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; dan Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja.
Menteri Kebudayaan mengapresiasi kinerja Tim WBTBI dan jajaran Kementerian Kebudayaan atas upayanya dalam pendokumentasian dan pemeliharaan warisan budaya nusantara.
Ia berharap, percepatan WBTBI dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
“Warisan budaya tak benda Indonesia adalah sebuah registrasi yang bukan sekedar pencatatan atau penetapan, tetapi sebenarnya juga bagian dari upaya acknowledgement atau recognition dari negara terhadap warisan budaya. Warisan tersebut juga bisa dirayakan oleh masyarakat setempat, dan kita harapkan tahun ini akan meningkat lebih banyak lagi,” pungkas Menteri Fadli.
