LANGIT7.ID-, Kalimantan Selatan -
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen),
Abdul Mu'ti, meresmikan hasil
revitalisasi 14 satuan pendidikan di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dalam upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan, pemerintah melaksanakan program
revitalisasi satuan pendidikan. Di antaranya, yang saja rampung dan diresmikan yaitu 14 satuan pendidikan di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin,
Kalimantan Selatan.
Peresmian secara simbolis dilaksanakan di SMAS Al-Islam Nurul Maad, Senin (12/1), di mana dalam kunjungan tersebut Mendikdasmen hadir disambut dengan shalawat badar oleh warga sekolah.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan program unggulan Presiden Republik Indonesia
Prabowo Subianto untuk mendukung terselenggaranya kegiatan belajar mengajar yang lebih baik. Lingkungan sekolah yang nyaman diharapkan mampu mendorong semangat belajar serta meningkatkan motivasi peserta didik.
"Sekolah yang nyaman, ruang kelas yang nyaman, diharapkan dapat menjadi lingkungan pendukung agar anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan memiliki motivasi yang lebih tinggi," ujar Mendikdasmen, dikutip Rabu (14/1/2026).
Selain perbaikan sarana dan bangunan sekolah, Kemendikdasmen juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui program digitalisasi pembelajaran berupa
Papan Interaktif Digital (PID). Mendikdasmen berharap bahwa kebijakan-kebijakan tersebut dapat mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang lebih bermutu.
Mendikdasmen pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah direvitalisasi secara optimal. "Kami mohon kepada sekolah-sekolah yang mendapatkan revitalisasi agar gedungnya dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, demi memberikan layanan
pendidikan yang bermutu untuk semua," tambahnya.
Baca juga: Mendikdasmen Pastikan 85% Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktif Kembali di Semester Genap IniSementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, melaporkan bahwa pada tahun 2025, program revitalisasi menjangkau 26 PAUD, 86 SD, 78 SMP, 29 SMA, 25 SMK, dan 6 SLB, dengan total bantuan mencapai sekira Rp232 miliar.
"Program revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik dan sarana prasarana sekolah, tetapi juga pada penguatan pembelajaran adaptif, inklusif, dan bermutu untuk semua peserta didik," ucapnya.
Bagi sekolah yang direvitalisasi tentunya mengapresiasi. Seperti Guru SMAS Al-Islam Nurul Maad, Astriani, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan revitalisasi berupa lima ruangan baru, yaitu laboratorium IPA, laboratorium komputer, UKS, ruang BK, serta toilet. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu dan pihak sekolah telah merencanakan untuk memanfaatkannya secara maksimal.
Hal senada disampaikan oleh siswa SMAS Al-Islam Nurul Maad, Ali Zubaidi. Ia mengaku fasilitas sekolah sebelumnya masih terbatas, sehingga revitalisasi ini sangat berarti bagi para siswa. "Sejak ada revitalisasi ini, kami sangat terbantu. Fasilitas jadi lebih lengkap dan sistem belajar kami jadi lebih mudah," ujarnya.
Selain itu, Kepala SD Negeri Belitung Selatan 2 Banjarmasin, Emha Ridha, menjelaskan bahwa sekolahnya menerima bantuan berupa pembangunan ruang administrasi baru, toilet baru, dan rehabilitasi toilet. Ia menyebut antusiasme murid terlihat jelas, terutama terhadap fasilitas toilet yang kini jauh lebih layak.
Baca juga: Gerakan Rukun Sama Teman Kemendikdasmen, Libatkan Murid sebagai Bagian dari Solusi Menurut siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin, Muhammad Akmal Anwari, bantuan rehabilitasi ruang kelas dan penambahan ruang belajar di sekolahnya sangat membantu, mengingat sebelumnya sekolah kerap terdampak banjir. "Terima kasih karena kenyamanan kami untuk belajar diperhatikan sekali. Dengan adanya revitalisasi ini, kita jadi lebih nyaman untuk mempelajari apa yang kita butuhkan dalam kehidupan," tutur dia.
Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran di berbagai daerah.
Pemerintah berharap, perbaikan sarana pendidikan ini dapat menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh peserta didik di Indonesia.
(lsi)