LANGIT7.ID-, Jakarta - - Belakangan ini sedang tren pola
diet bernama Carnivore Diet atau
Diet Karnivora. Pola ini hanya membolehkan konsumsi produk hewani, dan nol karbohidrat. Bahkan tren di media sosial, mereka cukup mengonsumsi butter. Bahaya tidak untuk kesehatan ya? Yuk cari tahu lebih lanjut soal diet ini.
Melansir dari Harvard Health, diet karnivora adalah salah satu jenis diet "keto," atau diet ketogenik. Diet keto bekerja seperti ini: Kandungan dalam diet keto tidak menyediakan cukup kalori dari glukosa dan bentuk gula lainnya. Untuk mengimbanginya, tubuh membakar lemak yang menghasilkan keton sebagai sumber energi.
Kemudian Keton dilepaskan ke dalam aliran darah, yang menurunkan keseimbangan asam-basa normal dalam darah sehingga menjadi lebih asam, suatu kondisi yang dikenal sebagai ketosis.
Pola makan karnivora sendiri terbilang sangat ketat dan berpotensi menyebabkan seseorang kekurangan nutrisi penting yang hanya ditemukan dalam makanan nabati yang harus dijauhi apabila Anda memilih pola diet ini.
Anda hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan berbahan dasar daging atau makanan yang kaya akan protein dan lemak. Ironi memang sebab dalam diet sehat, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi dan mengandung nutrisi lengkap, termasuk juga buah dan sayuran.
Namun begitu Diet Karnivora diklaim bisa menurunkan berat badan, tingkatkan mood, dan mengontrol gula darah. Tertarik mencoba? Sebelum memutuskan, sebaiknya Anda ketahui dulu manfaat dan kekurangan pola diet ini.
Manfaat menjalani Diet Karnivora1. Menurunkan berat badan Dilihat dari apa yang kamu konsumsi saat menjalani diet ini, kamu tidak akan mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan gula, seperti biskuit, kue, permen, dan pasta. Ini membuat asupan kalori jadi lebih terbatas sehingga berat badan pun tidak mudah naik.
Selain itu, makanan yang tinggi protein dalam diet karnivora juga bisa membuat perut kenyang lebih lama, sehingga kamu bisa lebih mudah mengontrol porsi dan nafsu makan. Hal-hal inilah yang membuat diet karnivora berperan dalam menurunkan berat badan.
2. Meningkatkan massa dan kekuatan ototDalam diet karnivora, segala yang kamu konsumsi adalah daging dan produk hewani. Nah, makanan-makanan dengan kandungan protein tinggi inilah yang diketahui dapat meningkatkan massa dan kekuatan otot. Jadi, kalaupun berat badan bertambah sedikit, ini terjadi karena massa otot yang bertambah, bukannya lemak.
3. Mengontrol kadar gula darahSaat menjalani diet karnivora, kamu tidak boleh mengonsumsi makanan selain yang berasal dari hewan, termasuk makanan yang mengandung gula dan karbohidrat. Karena tidak makan hidangan yang bergula atau berkarbohidrat, diet ini dipercaya bisa mengontrol kadar gula darah.
Baca juga: Chia Seeds Si Mungil yang Kaya Manfaat dan Nutrisi, Ampuh Juga untuk Diet4. Mendukung proses pemulihan tubuh ketika sakit atau lukaDaging sebagai menu utama diet karnivora merupakan sumber protein. Di dalam tubuh, protein memiliki banyak fungsi penting, salah satunya adalah mampu memperbaiki sel atau jaringan yang rusak. Ini membuat tubuh jadi lebih cepat pulih ketika sakit.
Selain itu, protein juga berperan penting dalam membentuk jaringan kulit. Oleh karena itu, asupan tinggi protein melalui diet karnivora bisa membantu mempercepat pemulihan luka.
5. Memperkuat imunitas tubuhDiet karnivora yang kaya akan asupan daging, telur, maupun ikan, bisa memberi banyak asupan protein, vitamin B, dan mineral seperti selenium, zat besi, dan zinc. Aneka nutrisi tersebut berperan penting dalam memperkuat imunitas tubuh sehingga kamu pun jadi tidak mudah jatuh sakit.
Risiko Gangguan Kesehatan akibat Diet Karnivora1. Kolesterol tinggiDaging yang menjadi makanan utama saat menjalani diet karnivora mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Kandungan lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar lemak jahat (LDL) yang bisa membuatmu berisiko mengalami gangguan pada sistem kardiovaskular.
Selain itu, daging olahan yang tersedia di pasaran umumnya mengandung banyak garam. Jika kamu mengonsumsinya ketika menjalani diet karnivora, ini dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi.
2. SembelitSaat menjalani diet karnivora, Anda tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan. Padahal, makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti sayur dan buah, mengandung serat yang penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan melancarkan BAB. Karena kebutuhan serat tidak terpenuhi selama menjalani diet karnivora, kamu pun berisiko mengalami sembelit.
Baca juga: Diet Kurangi Asupan Gula Tanpa Harus Kehilangan Rasa3. Kekurangan beberapa nutrisi pentingKarena tidak mengonsumsi biji-bijian, buah, sayur, serta kacang-kacangan saat menjalani diet karnivora, kamu akan berisiko tinggi kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh dari tumbuhan, seperti vitamin dan mineral.
Kekurangan nutrisi akan menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, seperti gampang lelah, konsentrasi menurun, hingga mood mudah berubah.
4. Asam uratDiet karnivora mengharuskan orang yang menjalaninya untuk mengonsumsi makanan tinggi purin, seperti daging dan jeroan. Hal ini bisa membuat tubuh jadi lebih berisiko terkena asam urat. Jadi, bagi kamu yang pernah menderita penyakit ini, sebaiknya pilih metode diet lain yang lebih aman. (dari berbagai sumber)
(lsi)