LANGIT7.ID-Jakarta; Khabib Nurmagomedov, fans garis keras Real Madrid, akhirnya buka suara dan menunjukkan kekecewaannya secara gamblang terkait kabar mengejutkan soal Xabi Alonso yang tiba-tiba mundur dari kursi pelatih kemarin sore.
Mantan petarung UFC yang pensiun dengan rekor tak terkalahkan 29-0 ini memang dikenal gila bola. Ia berulang kali memamerkan kesetiaannya pada klub asal Madrid tersebut, bahkan pernah terang-terangan menolak menandatangani merchandise Barcelona meski diminta oleh fans beratnya sendiri. Tak cuma nonton, Khabib juga beberapa kali pamer skill mengolah si kulit bundar di lapangan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, drama terbaru yang menyelimuti Los Blancos kali ini benar-benar memancing amarah sang mantan juara kelas ringan tersebut. Lewat akun Instagram resminya, Khabib meluapkan unek-uneknya dengan sangat tegas.
Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid
Alonso, yang baru saja merapat ke Santiago Bernabeu musim panas lalu setelah sukses besar bersama klub Jerman, Bayer Leverkusen, meninggalkan raksasa Spanyol itu dalam posisi kedua di klasemen setelah 19 pertandingan. Saat ini, Madrid tertinggal empat poin di belakang rival abadi mereka, Barcelona, dan unggul empat poin dari Villarreal di posisi ketiga.
Namun, kekalahan menyakitkan 3-2 dari Barca di ajang Supercopa de Espana tampaknya menjadi tetes terakhir bagi Alonso. Ia memutuskan untuk segera menanggalkan jabatannya, dan posisi tersebut kini diisi oleh Alvaro Arbeloa sebagai pengganti sementara.
Dalam pernyataan resminya, pihak Madrid menyampaikan: "Real Madrid C.F. mengumumkan bahwa berdasarkan kesepakatan bersama, masa jabatan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama telah berakhir.
Xabi Alonso akan selalu mendapatkan kasih sayang dan kekaguman dari seluruh Madridistas karena ia adalah legenda Real Madrid yang selalu mewakili nilai-nilai klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya.
Kami ingin berterima kasih kepada Xabi Alonso dan seluruh staf kepelatihannya atas kerja keras dan dedikasi mereka selama ini, serta mendoakan yang terbaik bagi mereka di tahap kehidupan selanjutnya."
Perlu diingat, Alonso juga merupakan mantan pemain pilar Real Madrid medio 2009 hingga 2014. Itulah mengapa keputusan untuk hengkang secara mendadak ini menuai sorotan tajam dari para fans, terutama dari sosok sekaliber Khabib Nurmagomedov.
Khabib Semprot Pemain Real Madrid Atas Kepergian Xabi Alonso
Melalui media sosial, Khabib menyuarakan ketidaksenangannya atas situasi ini. Ia secara terbuka menuding para pemain sebagai biang kerok di balik hengkangnya Alonso.
Awalnya, ia menulis: “Mau kamu masuk ke sasana atau turun ke lapangan, itu tidak ada bedanya. Mau kamu petarung atau pesepak bola—kepala pelatih adalah bosnya. Tapi kalau atmosfer di dalam tim tidak memungkinkan semua orang mengikuti instruksi pelatih, berarti kalian sudah pasti berada di jalur yang salah.
Saya percaya Alonso adalah satu dari tiga pelatih terbaik di sepak bola modern saat ini. Kalau sebuah tim tidak bisa bekerja sama dengannya, yang harus kamu ganti itu pemainnya, bukan pelatihnya.
Saya yakin tidak ada pelatih yang bisa menangani skuad seperti ini di Real Madrid. Kamu harus menyingkirkan para pemain yang tidak konsisten itu.”
Tak berhenti sampai di situ, ia melanjutkan unggahannya: “Tidak ada yang lebih berharga daripada kesetiaan. Setahun lalu mereka memohon-mohon padanya, sekarang mereka memecatnya hanya karena bocah-bocah manja (spoiled kids). Xabi, kamulah yang TERBAIK.”
Khabib jelas menyindir bagaimana manajemen Madrid dulu mati-matian merayu Alonso agar mau melatih di musim panas setelah performa gemilangnya di Leverkusen, namun justru membiarkannya pergi hanya dalam hitungan bulan. Menurut Khabib, ini terjadi karena ulah sekelompok 'bocah manja' di skuad yang enggan bekerja keras untuk sang pelatih.
Jika apa yang dikatakan Khabib benar bahwa pemainlah yang bersalah, maka Arbeloa bakal punya tugas sangat berat untuk menjinakkan ruang ganti tersebut. Namun, kita sudah sering melihat drama seperti ini di sepak bola: begitu ada pelatih baru, para pemain tiba-tiba tampil kesetanan lagi. Jadi, jangan kaget jika performa Madrid mendadak melejit di bawah asuhan Arbeloa nanti.
