LANGIT7.ID, Jakarta - Kasus positif Covid-19 di dua negara besar Asia Tenggara, Vietnam dan Thailand seperti belum mau berhenti. Sebanyak 1.196 kasus baru terjadi di 12 wilayah di Vietnam, sementara di
Negeri Gajah Putih total kasus Covid-19 mencapai 363.029.
Berdasarkan laporan media Vietnam
VN Express, kasus positif Covid-19 paling tinggi tercatat di Kota Ho Chi Minh. Setidaknya ada 971 orang terpapar virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China tersebut.
Besaran sumbangan kasus baru tersebut, Ho Chi Minh total menyumbangan 18.210 kasus dari total 33.035 kasus Covid-19 selama Vietnam dilanda gelombang keempat pandemi sejak akhir April. Kasus baru lainnya tersebar di Tien Giang (115 kasus), Dong Thap (91 kasus), Phu Yen (delapan kasus), Ben Tre (tiga kasus), Bac Giang (dua kasus).
Sebagai informasi, Vietnam pada Rabu (14/7/2021) melaporkan 905 kasus, sehingga total menjadi 2.101 kasus baru yang merupakan infeksi lokal. Vietnam sejauh ini telah menyuntikkan hampir 4,08 juta dosis vaksin Covid-19 dengan 283.884 orang divaksin secara penuh.
Di tempat berbeda, Pemerintah Thailand harus merogoh kecok hingga Rp18,8 triliun untuk penanganan kasus positif Covid-19 yang mencapai 363.029 kasus keseluruhan sejak pertama kali pandemi melanda. Sedangkan kasus meninggal dunia di Thailand mencapai 2.934.
Thailand, Rabu (14/7/2021), mencatat ada 9.317 pasien baru Covid-19 dan 87 kasus kematian. Di antara kasus baru tersebut, sebanyak 129 terdeteksi di rutan atau lapas dan sisanya merupakan kasus di masyarakat umum.
Total kasus positif di Thailand sejak awal pandemi menjadi 363.029 orang. Selain itu, Thailand memiliki total 2.934 kasus kematian Covid-19 selama pandemi melanda.
Merespons meningkatnya kasus Covid-19, kabinet Thailand menyetujui paket bantuan keuangan sebesar 42 miliar baht atau sekitar Rp18,8 triliun untuk warga dan sektor bisnis terkena dampak. Dana tersebut nantinya digunakan untuk membiayai program kompensasi yang berasal dari pinjaman luar negeri dan anggaran pemerintah.
Diketahui, Thailand menetapkan karantina Covid-19 di Bangkok, Nakhon Pathom, Nonthaburi, Pathum Thani, Samut Prakan, Samut Sakhon, Narathiwat, Pattani, Yala, dan Songkhla. Total infeksi di Thailand hingga akhir Maret tahun ini mencapai 28.000, lalu meningkat tajam menjadi 353.029 pada Selasa. Kematian juga melonjak dari 94 menjadi lebih dari 2.800 selama periode yang sama.
Thailand Development Research Institute (TDRI) menyampaikan pemerintah keliru dalam mengelola pandemi Covid-19 yang menjerumuskan negara tersebut ke dalam krisis dan menghambat peluang untuk pulih. Dalam laporan terbarunya, TDRI menyerukan pembentukan komite independen untuk mengevaluasi kekeliruan penanganan pandemi yang dilakukan pemerintahan Perdana Menteri Prayut Chan o-cha.
(asf)