LANGIT7.ID, Jakarta - Peneliti IDEAS Askar Muhammad memprediksi permintaan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan. Namun, terkait harga hewan kurban tetap mengalami kenaikan walapun tidak signifikan.
“Memang menjadi hal wajar harga akan mengalami kenaikan setiap tahunnya,” kata dia saat menjadi pembicara di Webinar Potensi Ekonomi Kurban 2021, Rabu (14/7/2021).
Ia mengatakan, pandemi menjadi penyebab penurunan permintaan hewan kurban tahun ini. Di mana daya beli masyakarat juga terpengaruh karena terganggunya sektor perekonomian Indonesia.
“Prediksi saya kuartal II dan III perekonomian Indonesia juga akan lebih mandek,” ujarnya.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan kurban 2020, pandemi menyebabkan penurunan ekonomi sebesar -5,32% pada Triwulan II, tapi masih didahului dengan adanya pertumbuhan ekonomi positif, 5,0%, 4,97%, dan 2,97% secara berturut-turut pada Triwulan III dan IV 2019 dan Triwulan I 2020.
Sementara tahun ini, kata Askar, didahului oleh resesi yang panjang, yaitu diawali -5,32% Triwulan II 2020, dan terus diikuti -3,49%, 2,19%, -0,74% berturut-turut pada Triwulan III dan IV 2020 dan Triwulan I 2021.
Sementara itu, Ketua THK Dompet Dhuafa Ahmad Faqih juga mengatakan hal yang sama. Bahkan menurutnya, ada fenomena di mana nasabah di Bank BUMN juga mengurangi segala bentuk transaksi mereka.
“Fase ini merupakan sebuah kekhawatiran dari masyarakat sehingga mereka saving money. Ancer-ancer karena pandemi tidak bisa diprediksi,” katanya.
Menanggapi hal ini, Faqih mengatakan Dompet Dhuafa akan mengandalkan dunia digital untuk menjaring lebih banyak pengurban. Sehingga nasib mustahik di dalam pandemi ini bisa terjawab.
“Kita melihat adanya perpindahan dari offline to online yang sangat terasa sekali. Sehingga kita memanfaatkan hal itu, sejak 2019 hingga 2020 dengan memanfaat era digital, bantuan donatur naik hingga 120 persen di Dompet Dhuafa,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah memprediksi adanya penurunan permintaan hewan kurban tahun ini. Lemahnya daya beli masyarakat akibat imbas dari pandemi menyebabkan penurunan permintaan hewan kurban hingga 10 persen.
Berdasarkan data Kementan, total pemotongan hewan kurban 2020 mencapai 1,68 juta ekor. Sementara tahun ini diprediksi hanya sekitar 1,5 juta ekor.
Namun, pemerintah akan tetap menjamin ketersediaan hewan kurban nasional. Saat ini, hewan kurban mencapai 1,76 ekor. Penurunan permintaan tidak akan mempengaruhi ketersediaan hewan kurban.
(zul)