LANGIT7.ID-Jakarta; Pertumbuhan minat investor terhadap instrumen investasi syariah global yang berbasis offshore mencatatkan kenaikan dana kelolaan sebesar 21 persen secara tahunan. Tren positif ini membuktikan bahwa solusi investasi berbasis syariah semakin relevan sebagai strategi diversifikasi bagi investor Indonesia, terutama dalam menghadapi volatilitas pasar global.
Secara umum, industri reksa dana syariah di tanah air menunjukkan performa gemilang dengan pertumbuhan dana kelolaan mencapai 74,6 persen sepanjang tahun 2025 menurut data Infovesta. Meski sempat terjadi koreksi tipis sekitar 4 persen pada total dana kelolaan, hal tersebut dinilai sebagai cerminan sikap defensif investor yang kini jauh lebih selektif dalam memilih aset syariah yang tangguh.
Menangkap peluang tersebut, PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia) menghadirkan solusi investasi syariah global melalui kerja sama distribusi dengan PT Bank DBS Indonesia. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah menawarkan akses pada Reksa Dana Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar Fund yang dipadukan dengan opsi pendapatan tetap melalui Reksa Dana Allianz USD Fixed Income Fund.
Aliyahdin Saugi, President Director AllianzGI Indonesia, menjelaskan bahwa Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar Fund dirancang untuk memberikan eksposur terhadap dividen dengan prinsip syariah yang ketat, tanpa melakukan intervensi pada alokasi gaya investasi. Produk ini menjadi jawaban bagi kebutuhan investor akan aset syariah internasional yang berdenominasi dolar Amerika Serikat (USD).
“Melalui kolaborasi distribusi Reksa Dana Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar Fund dan Reksa Dana Allianz USD Fixed Income Fund dengan DBS ini diharapkan dapat terus mendukung kebutuhan diversifikasi dan tujuan investasi jangka panjang investor Indonesia,” papar Aliyahdin Saugi dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan bahwa produk tersebut hadir sebagai solusi spesifik bagi mereka yang mencari diversifikasi berbasis religi dan stabilitas mata uang asing. “Kedua produk reksa dana ini masing-masing hadir untuk memberikan alternatif diversifikasi portofolio untuk investor yang membutuhkan investasi saham global berbasis syariah dan pendapatan tetap berbasis USD,” tuturnya.
Optimisme terhadap penyerapan pasar juga didasari oleh pengelolaan profesional yang berorientasi jangka panjang. “Lewat dukungan mitra distribusi strategis seperti Bank DBS Indonesia, kami optimistis produk ini dapat memenuhi kebutuhan investor akan solusi investasi global yang dikelola secara profesional dan berorientasi pada tujuan jangka panjang,” lanjut Adi.
Dari sisi distribusi, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, memandang bahwa penyediaan solusi investasi yang terintegrasi sangat penting untuk menjaga arah portofolio nasabah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Melalui kemitraan strategis kami dengan Allianz Global Investors, kami menghadirkan perspektif global dan solusi investasi yang lebih terintegrasi, sehingga nasabah dapat menavigasi portofolio mereka dengan presisi dan memaksimalkan potensi jangka panjang tanpa kehilangan arah di tengah kompleksitas ekonomi yang terus berkembang,” pungkas Melfrida.
