LANGIT7.ID-London; Dalam upaya memperdalam kemitraan ekonomi strategis, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin delegasi bisnis terkemuka Indonesia dalam forum investasi eksklusif bersama pemerintah dan pengusaha Inggris. Pertemuan yang diselenggarakan di Lancaster House ini dipandang sebagai momentum penting untuk menarik investasi berkualitas menuju Indonesia.
Acara yang dipimpin langsung oleh Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy ini dikemas dalam format business luncheon, menciptakan ruang dialog intensif antara pemimpin kedua negara dengan komunitas bisnis papan atas.
"Pertemuan ini bukan sekadar jamuan makan siang, tetapi sebuah pertemuan strategis untuk membangun trust dan merancang kolaborasi nyata, terutama di bidang perdagangan, industri hijau, dan teknologi," demikian disampaikan melalui akun resmi Kepresidenan.
Delegasi Pengusaha Kelas AtasKehadiran Presiden didukung oleh barisan menteri kunci dan deretan pengusaha paling berpengaruh di Indonesia, menunjukkan keseriusan dalam menyambut peluang investasi. Hadir dalam rombongan antara lain:
· Rosan Roeslani (Menteri Investasi/Kepala BKPM & CEO Danantara)
· Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Perekonomian)
· Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan)
· Anindya Bakrie (Ketua Umum Kadin Indonesia)
· Adika Nuraga Bakrie (Direktur Utama Bumi Resources)
· Hilmi Panigoro (Presiden Direktur Medco Energi Internasional)
· James Riady (CEO Lippo Group)
· Martin Hartono (CEO GDP Venture/Djarum Group)
Fokus pada Sektor Strategis dan Energi HijauForum ini secara khusus membahas peluang investasi di sektor-sektor prioritas pemerintah, seperti energi baru terbarukan, ekonomi biru, infrastruktur digital, dan industri hilirisasi. Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan serta pimpinan perusahaan energi seperti Medco mengindikasikan fokus pada potensi maritim dan transisi energi.
"Kami menawarkan bukan hanya pasar yang besar, tetapi juga stabilitas politik, komitmen reformasi struktural, dan kemitraan yang setara," tegas Presiden dalam forum tertutup tersebut, seperti dikutip dari sumber pendamping.
Respons Positif dari Pihak InggrisMenurut sumber dari delegasi Indonesia, pihak Inggris menunjukkan antusiasme tinggi, terutama terhadap proyek-proyek berkelanjutan dan berbasis teknologi. British Chamber of Commerce yang memfasilitasi pertemuan menyatakan kesiapan untuk menjadi jembatan bagi perusahaan-perusahaan Inggris yang ingin berekspansi ke Asia Tenggara melalui Indonesia.
Pertemuan di Lancaster House ini merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Inggris, yang juga membahas kerja sama pertahanan dan pendidikan. Hasil konkret dari pertemuan bisnis ini diharapkan dapat terwujud dalam kunjungan balasan delegasi usaha Inggris ke Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.(*/saf)
(lam)