LANGIT7.ID-Seoul; Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah memilih putrinya sebagai penerusnya, demikian disampaikan badan intelijen Korea Selatan kepada para anggota parlemen pada Kamis (13/2/2025).
Kim Ju Ae – yang diperkirakan berusia 13 tahun – dalam beberapa bulan terakhir kerap terlihat di samping ayahnya dalam acara-acara penting, termasuk kunjungan ke Beijing pada September lalu, yang merupakan perjalanan luar negeri pertamanya yang diketahui.
Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan menyatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan "berbagai situasi" dalam penilaian ini, termasuk kehadiran publik Ju Ae yang semakin menonjol di acara-acara resmi.
NIS juga mengatakan akan memantau dengan ketat apakah ia akan menghadiri kongres partai bulan ini – acara politik terbesar di Korea Utara yang diadakan setiap lima tahun sekali.
Kongres Partai tersebut merupakan wadah di mana Pyongyang diperkirakan akan memberikan rincian lebih lanjut tentang prioritas mereka untuk lima tahun ke depan, seperti kebijakan luar negeri, perencanaan perang, dan ambisi nuklir.
Pada Kamis, anggota parlemen Lee Seong-kwen mengatakan kepada wartawan bahwa Ju Ae, yang sebelumnya digambarkan oleh NIS sebagai seorang yang "dilatih" untuk menjadi penerus, kini berada pada tahap "penunjukan sebagai penerus".
"Melihat kehadiran Kim Ju Ae di berbagai acara, termasuk hari jadi berdirinya Tentara Rakyat Korea dan kunjungannya ke Istana Matahari Kumsusan, serta terdeteksinya tanda-tanda ia mulai menyuarakan pendapatnya mengenai kebijakan negara tertentu, NIS meyakini ia kini telah memasuki tahap ditetapkan sebagai penerus," kata Lee.
Ju Ae adalah satu-satunya anak Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju, yang diketahui publik. NIS meyakini Kim Jong Un memiliki seorang putra yang lebih tua, namun putra tersebut tidak pernah diakui keberadaannya maupun ditampilkan di media Korea Utara.
Kabar tentang keberadaan Ju Ae pertama kali muncul dari sumber yang tidak terduga: pemain bola basket Amerika, Dennis Rodman. Ia mengungkapkan kepada surat kabar The Guardian pada tahun 2013 bahwa ia "menggendong bayi Ju Ae" selama perjalanannya ke negara yang tertutup itu.
Ju Ae pertama kali muncul di televisi pemerintah pada tahun 2022. Saat itu ia tampak memeriksa rudal balistik antarbenua terbaru Korea Utara sambil menggandeng tangan ayahnya. Sejak itu, ia kerap muncul di media pemerintah, yang turut melunakkan citra ayahnya sebagai diktator kejam.
Ia mendampingi ayahnya ke Beijing untuk parade militer terbesar China, di mana ia terlihat turun dari kereta lapis baja ayahnya di Stasiun Kereta Beijing. Ia sering terlihat dengan rambut panjang, sesuatu yang dilarang bagi remaja seusianya, dan mengenakan pakaian desainer, yang tidak terjangkau oleh kebanyakan orang di negaranya.
Anggota parlemen lainnya, Park Sun-won, mengatakan peran yang diemban Ju Ae selama acara-acara publik menunjukkan bahwa ia telah mulai memberikan masukan kebijakan dan diperlakukan sebagai pemimpin nomor dua secara de facto.
Kekuasaan Korea Utara telah diwariskan selama tiga generasi dalam keluarga Kim, dan banyak yang meyakini bahwa Kim Jong Un akan mewariskan tahta kepada Ju Ae. Dalam beberapa bulan terakhir, ia terlihat berdiri sejajar, bahkan terlihat lebih tinggi dari ayahnya, berjalan di sampingnya, bukan mengikuti dari belakang.
Di Korea Utara, di mana foto-foto yang diterbitkan media pemerintah diyakini memiliki makna simbolis yang besar, sangat jarang individu selain Kim Jong Un diposisikan sama menonjolnya dalam bingkai foto.
Meskipun badan intelijen Korea Selatan kini meyakini Ju Ae adalah penerus yang ditunjuk, masih ada pertanyaan yang mengemuka. Pertama, mengapa Ju Ae, seorang putri, dipilih sebagai pewaris di atas putra yang lebih tua dalam masyarakat Korea Utara yang sangat patriarkal?
Banyak pembelot dan analis sebelumnya mengesampingkan gagasan seorang wanita memimpin Korea Utara sebagai skenario yang tidak mungkin, mengacu pada peran gender tradisional yang mengakar di negara itu. Namun, adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, memberikan preseden adanya otoritas perempuan dalam rezim tersebut.
Kim Yo Jong saat ini memegang posisi senior di Komite Sentral Partai Buruh Korea, dan dikabarkan memiliki pengaruh terhadap kakaknya. Kedua, mengapa Kim Jong Un, yang masih muda dan tampak relatif sehat, sudah menunjuk seorang anak berusia 13 tahun sebagai penerusnya sekarang? Tidak jelas perubahan apa yang mungkin dibawa oleh suksesi Ju Ae bagi Korea Utara.
Banyak warga Korea Utara berharap Kim Jong Un, seorang pemuda berpendidikan Barat, akan membuka negaranya ke dunia luar ketika ia menggantikan ayahnya. Namun, harapan itu tidak terpenuhi. Apa pun rencana remaja ini untuk negaranya, kemungkinan besar ia akan memiliki kekuasaan tunggal untuk membentuknya sesuka hatinya.(*/saf/bbc)
(lam)