LANGIT7.ID-Doha; Kampanye Jannik Sinner di Qatar Open 2026 harus terhenti di babak perempat final. Namun, bagaimana kekalahan mengejutkan petenis Italia ini memengaruhi peluangnya merebut posisi nomor satu dunia?
Petenis peringkat dua dunia tersebut takluk 6-7(3), 6-2, 3-6 dari bintang muda Ceko berusia 20 tahun, Jakub Mensik, pada babak delapan besar di Doha, Kamis malam.
Sinner menjalani debutnya di turnamen级别 ATP 500 di Qatar ini. Sebelum kekalahan dari petenis peringkat 16 dunia itu, ia berhasil mengalahkan Tomas Machac dan Alexei Popyrin.
Petenis berusia 24 tahun ini memulai pekan dengan peluang untuk memangkas jarak poin dari Carlos Alcaraz yang bercokol di puncak Peringkat ATP.
Hal ini karena Sinner sama sekali tidak mempertahankan poin pada pekan ini. Pasalnya, pada pekan yang sama di kalender 2025, ia tidak berkompetisi karena menjalani sanksi larangan bermain akibat kasus doping.
Sementara itu, Alcaraz harus mempertahankan 100 poin karena tahun lalu ia melaju hingga perempat final di Doha.
Pada awal turnamen, Sinner mengoleksi 10.300 poin, sedangkan Alcaraz sebagai petenis nomor satu dunia unggul 2.850 poin dengan total 13.150 poin.
Setelah tersingkir di perempat final, Sinner kini memiliki 10.350 poin dalam Peringkat ATP Langsung.
Adapun Alcaraz, yang mengalahkan Karen Khachanov untuk melaju ke semifinal pada Kamis, kini berada di posisi 13.250 poin.
Dengan demikian, saat ini Sinner tertinggal 2.900 poin. Bahkan, jarak ini berpotensi melebar jika Alcaraz mampu melanjutkan kemenangannya.
Alcaraz, yang akan berhadapan dengan juara bertahan Doha, Andrey Rublev, di semifinal, akan mengumpulkan 13.380 poin jika ia melaju ke partai puncak.
Petenis asal Spanyol itu bisa melompat ke 13.550 poin jika berhasil merebut gelar juara ATP 500, yang akan memperlebar keunggulannya atas Sinner menjadi 3.200 poin.
Mengapa Sinner Masih Berpeluang Mengejar Alcaraz dalam Beberapa Bulan ke Depan
Meski kekalahan di Doha menjadi pukulan bagi ambisi Sinner menjadi nomor satu dunia, ia masih memiliki peluang untuk memburu Alcaraz dalam beberapa bulan ke depan.
Ini karena juara Grand Slam empat kali tersebut sama sekali tidak mempertahankan poin hingga Italian Open di bulan Mei. Pasalnya, akibat sanksi yang disebutkan sebelumnya, ia tidak bertanding antara 9 Februari hingga 4 Mei. Oleh karena itu, poin peringkat apa pun yang dikumpulkan Sinner sebelum turnamen Roma akan menambah total poinnya.
Ada empat turnamen Masters 1000 sebelum Italian Open digelar—yakni Indian Wells, Miami, Monte Carlo, dan Madrid—yang memberi Sinner peluang besar untuk mengumpulkan poin.
Sebaliknya, Alcaraz harus mempertahankan poin yang cukup besar, yaitu 1.740 poin, sebelum turnamen Roma. Ini karena pada tahun 2025 ia berhasil menjuarai Monte Carlo Masters, melaju ke final Barcelona Open, semifinal Indian Wells, dan babak kedua di Miami.(*/saf/tennis365)
(lam)