LANGIT7.ID-Jakarta; Menabung itu sederhana dalam teori. Belanja lebih sedikit, investasikan sisanya, dan biarkan waktu bekerja. Formula ini telah menjadi dasar bagi banyak rencana pensiun dan buku keuangan pribadi.
Namun, Wakil Ketua Berkshire Hathaway yang sudah almarhum, Charlie Munger, punya kebiasaan melontarkan kritik tajam pada narasi investasi yang terdengar rapi, terutama saat investor muda berasumsi bahwa pasar saham akan membuat mereka kaya.
Dalam rapat pemegang saham tahunan Daily Journal tahun 2015, Munger menerima pertanyaan dari seorang peserta berusia 30 tahun yang ingin tahu bagaimana seseorang seusianya bisa mencapai kebebasan finansial melalui investasi. Jawaban Munger blak-blakan dan didasari pengalaman pasar selama puluhan tahun.
Mengapa Munger Menganggap Imbal Hasil Investasi yang Mudah Itu Mulai Memudar"Mencapai kesuksesan melalui investasi itu cukup mudah di sepanjang hidup saya," kata Munger.
Untuk sebagian besar abad ke-20, hitungan matematis memang berpihak pada investor. Pasar secara umum memberikan imbal hasil jangka panjang yang solid, dan para penabung disiplin yang berinvestasi secara konsisten sering melihat kekayaan mereka tumbuh stabil. Lingkungan seperti itulah yang menciptakan keyakinan bahwa berinvestasi saja sudah cukup untuk membangun kemandirian finansial.
Munger memperingatkan bahwa masa depan mungkin tak akan sama.
"Sekarang, jika dunia ini akan mendapat imbal hasil 10% dari indeks di masa depan—dan saya rasa tidak akan—secara riil, mendapat lebih dari itu terbukti cukup sulit," ujarnya. "Beberapa dari Anda yang datang belakangan ini mungkin merasakan bahwa jika Anda hanya bertahan di saham-saham besar, hampir mustahil bagi kebanyakan orang untuk mendapatkannya."
Pesan Munger bukan berarti investasi itu tidak berguna. Maksudnya, mengharapkan imbal hasil yang luar biasa menjadi jauh lebih sulit karena pasar tumbuh semakin besar dan efisien.
"Ketika sesuatu sudah hampir mustahil, mungkin Anda bisa berhenti mencoba," kata Munger kepada hadirin.
Pernyataan itu memicu tawa, tapi intinya serius. Dalam pandangan Munger, mengejar imbal hasil yang tidak realistis seringkali menjerumuskan investor ke dalam spekulasi, penggunaan utang (leverage), atau ide-ide trendi yang justru lebih besar risikonya daripada potensi keuntungan.
Lelucon soal Rp160 Miliar yang Menyimpan PesanCEO Daily Journal, Gerry Salzman, langsung menimpali setelah Munger selesai menjawab. "Charlie bilang, cara menjadi kaya adalah dengan menyimpan Rp160 miliar di rekening giro Anda, kalau-kalau ada tawaran bagus yang datang," seloroh Salzman.
"Ngomong-ngomong, itu adalah nasihat Howard Ahmanson kepada sekelompok lulusan muda yang kelaparan," kata Munger. "Orang kaya kadang memang bisa sedikit sombong."
Percakapan ini memicu tawa di ruangan, namun pelajaran di baliknya jelas. Peluang besar jarang datang sesuai jadwal yang bisa diprediksi. Investor yang ingin bertindak saat penawaran langka muncul membutuhkan kesabaran dan ketersediaan modal.(*/saf/yahoofinance)
(lam)