Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 15 Juni 2026
home global news detail berita

Fadli Zon Buka Gelar Budaya UNS, Tegaskan Budaya Jadi Kekuatan Bangsa

tim langit 7 Kamis, 26 Maret 2026 - 17:11 WIB
Fadli Zon Buka Gelar Budaya UNS, Tegaskan Budaya Jadi Kekuatan Bangsa
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian reuni akbar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS dalam rangka Dies Natalis ke-50 UNS, dengan mengusung tema “Merajut Pelangi Budaya Nusantara.” Beragam aktivitas kebudayaan turut menjadi bagian acara, mulai dari pertunjukan wayang beber tani, pameran arsip, keris, naskah, dan koleksi museum, gelar seni budaya mahasiswa FIB, hingga pameran UMKM alumni dan Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA).

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNS yang menghadirkan ruang temu antara akademisi, alumni, pelaku budaya, dan masyarakat. Ia menilai tema yang diangkat mencerminkan komitmen kuat perguruan tinggi dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan juga menyampaikan orasi kebudayaan yang menekankan pentingnya posisi budaya sebagai kekuatan strategis bangsa. Ia mengingatkan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan secara bersama. “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, yang ia sebut sebagai megadiversity. Kekayaan tersebut mencakup ribuan etnis, ratusan bahasa daerah, serta beragam ekspresi budaya yang tidak hanya terbatas pada seni, tetapi juga mencakup tradisi lisan, manuskrip, ritus, pengetahuan tradisional, hingga kuliner. Ia menekankan bahwa kekayaan ini harus dipandang sebagai kekuatan strategis bangsa di tengah dinamika global.

Menteri Kebudayaan juga menyoroti bahwa Indonesia merupakan bangsa dengan peradaban yang sangat tua, yang dibuktikan melalui berbagai temuan arkeologis, termasuk lukisan prasejarah tertua di dunia. Hal ini memperkuat posisi Indonesia bukan sekadar sebagai nation state, melainkan sebagai civilizational state yang dibangun dari beragam peradaban besar.

Dalam konteks globalisasi dan transformasi digital, ia menegaskan bahwa budaya harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan akar. Menurutnya, digitalisasi budaya bukan sekadar proses dokumentasi, tetapi upaya menghidupkan kembali warisan budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperluas akses dan memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan budaya sebagai soft power dan penggerak ekonomi. Belajar dari negara lain yang berhasil menjadikan budaya populer sebagai kekuatan global, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan “Indonesian wave” melalui pemanfaatan kekayaan budaya yang dimiliki.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menyampaikan sejumlah prinsip yang perlu menjadi pegangan bersama dalam pengembangan budaya di era digital. Pertama, pentingnya literasi budaya digital yang tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga memahami konteks, etika, dan hak cipta dalam representasi budaya. Kedua, perlunya pelindungan terhadap pelaku budaya dalam ekosistem ekonomi digital agar mendapatkan akses yang adil terhadap promosi, monetisasi, dan pengembangan kapasitas. Ketiga, penguatan arsip dan pangkalan data budaya yang tidak hanya menyimpan informasi, tetapi juga konteks dan makna budaya secara utuh sebagai fondasi strategis di era teknologi.

Selanjutnya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan pemerintah sebagai motor inovasi kebudayaan. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam institusionalisasi dan pengembangan kebudayaan berbasis riset dan teknologi. Selain itu, diplomasi budaya juga perlu diperkuat melalui narasi yang berakar dan mampu menjangkau budaya populer serta ruang digital.

“Karena itu tugas kita bukan memilih antara tradisi dan digital, tetapi membuat digital beradab untuk tradisi, serta menjadikan teknologi sebagai ruang pendidikan, gotong royong, dan perlindungan budaya,” tegasnya.

Rektor UNS, Hartono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari komitmen UNS dalam menjadikan budaya sebagai fondasi pendidikan. Ia menegaskan bahwa budaya tidak hanya hadir dalam bentuk artefak atau seni, tetapi juga menjadi dasar pembentukan karakter dan peradaban manusia.

Menurutnya, UNS secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam pendidikan tinggi, termasuk melalui program strategis dan pembentukan Badan Pengembangan Budaya. “Budaya adalah napas kehidupan bangsa. Karena itu pendidikan dan kebudayaan harus berjalan beriringan agar mampu membentuk manusia yang berkarakter dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNS, Dwi Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas generasi yang mempertemukan kampus, alumni, komunitas, dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa rangkaian acara dirancang tidak hanya sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang literasi, edukasi, dan jejaring.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, dosen, alumni, hingga pelaku UMKM dan komunitas budaya, yang bersama-sama menghadirkan ekosistem kebudayaan yang hidup. “Kegiatan ini menjadi ruang temu yang hangat, di mana ilmu, tradisi, kreativitas, dan jejaring bertemu dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai tanda resmi dibukanya acara, Menteri Kebudayaan bersama pimpinan UNS dan para tokoh yang hadir secara simbolis melakukan pemukulan gong. Momentum ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa yang diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus penguatan ekosistem budaya.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Toha; Kepala ANRI, Mego Pinandito; Jajaran pimpinan UNS; tokoh budaya; alumni lintas angkatan; serta mahasiswa dan masyarakat umum. Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; serta Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja.

Menutup sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kemajuan budaya hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, untuk terus menumbuhkan kesadaran budaya sebagai fondasi pembangunan bangsa. “Kemajuan kebudayaan hanya bisa kita capai jika kita bekerja bersama, dengan kesadaran bahwa budaya adalah kekuatan dan modal utama bangsa ke depan,” pungkasnya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 15 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:49
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)