LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon melakukan pertemuan sekaligus silaturahmi dengan perwakilan seniman seni rupa di Grand Hotel de Djokja, Yogyakarta, dalam rangka memperkuat ekosistem seni rupa nasional sekaligus mendorong peran strategis seniman dalam diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para pelaku seni, yang membahas berbagai isu mulai dari penguatan infrastruktur seni, akses terhadap ruang pamer, hingga dukungan terhadap mobilitas seniman ke panggung internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa seni rupa memiliki posisi penting sebagai medium ekspresi sekaligus representasi identitas bangsa. Dirinya menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperluas ruang-ruang kreatif serta mendorong pemanfaatan aset budaya sebagai platform bagi pertumbuhan seni kontemporer.
“Kita ingin memastikan bahwa para seniman tidak berjalan sendiri. Negara hadir untuk membuka akses, memperkuat jejaring, dan menciptakan ekosistem yang sehat bagi tumbuhnya praktik seni rupa yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Lebih lanjut, Menbud Fadli Zon juga menyoroti pentingnya memperkuat kehadiran seniman Indonesia dalam forum internasional. Menurutnya, diplomasi budaya melalui seni rupa menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan wajah Indonesia yang beragam dan dinamis. Dirinya menambahkan bahwa kolaborasi lintas negara dan partisipasi dalam pameran internasional akan terus didorong sebagai bagian dari strategi kebudayaan nasional.
Turur hadir sejumlah seniman, yakni Jumaldi Alfi, Yunizar, Putu Sutawijaya, Mahdi Abdullah, Erica Hestu, Diah Yulianti, Yusman, Ugo Untoro, Nasirun, serta Galam Zulkifli.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku seni rupa guna membangun ekosistem yang lebih inklusif dan berdaya saing. Ke depan, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memperluas akses, memperkuat jejaring, serta mendorong peran seni rupa Indonesia sebagai instrumen strategis dalam diplomasi budaya di tingkat global.
(lam)