Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 12 Mei 2026
home masjid detail berita

Hadis Nabi: Basmalah Menjadi Hijab Antara Mata Jin dan Aurat Manusia

miftah yusufpati Rabu, 01 April 2026 - 05:00 WIB
Hadis Nabi: Basmalah Menjadi Hijab Antara Mata Jin dan Aurat Manusia
Ruang paling pribadi manusia, dari mengganti pakaian hingga hubungan suami-istri, ternyata tak luput dari intaian jin. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dalam kehidupan modern yang serba transparan, konsep privasi biasanya dibatasi oleh dinding beton atau enkripsi digital. Namun, dalam cakrawala keimanan Islam, ada dimensi privasi lain yang jauh lebih halus dan sering kali terlupakan: interaksi antara manusia dengan makhluk ghaib di ruang-ruang paling domestik.

Di kamar mandi saat berganti pakaian atau di atas peraduan saat sepasang suami-istri memadu kasih, ada mata yang tak kasatmata yang berpotensi melanggar batasan aurat manusia jika tidak ada pelindung yang menyertainya.

Persoalan ini bukan sekadar urusan mitos, melainkan sebuah realitas teologis yang memiliki landasan kuat dalam teks-teks nubuwah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memberikan kunci pembuka sekaligus penutup tirai ghaib tersebut melalui satu kalimat sederhana namun perkasa: Basmalah. Menyebut nama Allah bukan hanya ritual sebelum makan, melainkan sebuah prosedur keamanan tingkat tinggi untuk menjaga kehormatan diri dari gangguan setan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa pandangan jin terhadap aurat manusia adalah sebuah keniscayaan jika manusia itu sendiri lalai.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa penutup antara mata jin dan aurat bani Adam adalah ketika salah seorang dari mereka memasuki kamar mandi atau melepas pakaiannya dengan mengucapkan Bismillah. Secara interpretatif, kalimat ini berfungsi sebagai hijab atau tabir yang membuat jin kehilangan kemampuan visualnya terhadap fisik manusia.

Kebutuhan akan perlindungan ini semakin krusial dalam hubungan suami-istri. Islam memandang jimak bukan sekadar pelampiasan biologis, melainkan ibadah yang memiliki adab-adab langit. Tanpa keterlibatan asma Allah, ada risiko intervensi setan yang ikut serta dalam momen paling intim tersebut. Hal ini merujuk pada tafsir firman Allah dalam surah Al-Isra ayat 64:

وَشَارِكْهُمْ فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلادِ

Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak. (QS. Al-Isra: 64).

Para mufasir, termasuk Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Quran al-Azhim, menguraikan bahwa "berserikat pada anak-anak" salah satunya bermakna keikutsertaan setan dalam proses pembuahan atau hubungan badan jika sang suami tidak membaca doa atau basmalah. Setan akan ikut serta dalam aktivitas tersebut, yang secara spiritual dapat berdampak pada karakter dan keberkahan keturunan yang dilahirkan nantinya.

Oleh karena itu, syariat menekankan pentingnya membaca doa sebelum berhubungan, yang diawali dengan basmalah: Bismillah, Allahumma jannibnas syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtana. Doa ini adalah benteng yang menghalangi setan untuk menyentuh atau membahayakan janin jika Allah menakdirkan terjadinya kehamilan dari hubungan tersebut. Di sini, basmalah bukan hanya menjaga privasi visual, tetapi juga menjaga integritas spiritual dari generasi mendatang.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu al-Fatawa menekankan bahwa jin dan setan memiliki kecenderungan untuk menyukai dan mengganggu manusia, terutama saat manusia berada dalam kondisi telanjang atau tidak terjaga oleh zikir. Mengabaikan basmalah saat melepas pakaian sama saja dengan membiarkan pintu rumah terbuka lebar bagi pencuri yang ingin melihat isi di dalamnya. Dengan menyebut nama Allah, seseorang secara sadar sedang membangun kedaulatan atas tubuhnya sendiri di hadapan seluruh makhluk, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Secara sosiologis, kesadaran akan "pengawasan ghaib" ini sebenarnya mendidik manusia untuk senantiasa memiliki rasa malu (haya) yang tinggi. Rasa malu ini tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia, tetapi terutama kepada Sang Pencipta dan makhluk-makhluk-Nya yang taat. Basmalah menjadi pengingat bahwa tidak ada ruang yang benar-benar kosong di alam semesta ini; setiap sudut ruang adalah milik Allah, dan setiap tindakan harus melibatkan izin-Nya agar tetap berada dalam koridor keberkahan.

Pesan interpretatif bagi manusia masa kini adalah tentang urgensi mengembalikan kesadaran ketuhanan dalam aktivitas harian yang paling personal sekalipun. Di tengah dunia yang semakin mengumbar aurat dan privasi, seorang muslim diajarkan untuk tetap tertutup dan terjaga. Menutup aurat bukan hanya soal kain yang membalut kulit, tetapi juga soal asma Allah yang membalut jiwa, sehingga pandangan jahat dari makhluk manapun tidak mampu menembusnya.

Pada akhirnya, basmalah adalah tanda ketundukan sekaligus kemuliaan manusia. Dengan menyebut nama Allah, manusia menegaskan bahwa tubuh dan aktivitasnya adalah wilayah suci yang dilindungi oleh otoritas tertinggi. Nama Allah adalah tirai yang tak tertembus, pelindung yang tak terlihat, dan jaminan keamanan bagi setiap hamba yang ingin menjaga kehormatannya di dunia dan keselamatan keturunannya di masa depan.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 12 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)