LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, lakukan peninjauan ke Gedung Paseban Tri Panca Tunggal dan Gedung Kesenian Raksa Wacana, dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini menandai komitmen perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap keberlangsungan bangunan cagar budaya di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan ini, Menteri Kebudayaan menekankan upaya pelestarian yang melibatkan seluruh pihak. “Kita harus sama-sama menjaga warisan budaya ini. Kita akan terus men-support dan memanfaatkan bersama-sama supaya warisan budaya ini bisa lestari dan berkelanjutan. Kita akan fokus untuk mendukung kemajuan kebudayaan, termasuk cagar budaya Paseban Tri Panca Tunggal ini,” tegas Menbud dalam keterangan resmi, Sabtu (4/4/2026).
Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, sebuah bangunan cagar budaya yang terletak di Kelurahan Cigugur, merupakan monumen bersejarah sekaligus simbol filosofis sebuah “rahim” budaya. Di dalam dinding-dindingnya, masyarakat adat penganut Sunda Wiwitan (Masyarakat Adat Karuhun Urang/AKUR) menjaga ajaran Sunda Wiwitan yang menekankan pada lima kesempurnaan manusia. Sebagai pusat dari ajaran Sunda Wiwitan, Paseban juga menjadi tempat lahirnya tradisi Seren Taun, yakni upacara syukur panen yang menjadi simbol kedaulatan pangan dan harmoni masyarakat dengan alam.
Melanjutkan kunjungan, Menteri Kebudayaan turut meninjau Gedung Kesenian Raksa Wacana. Dirinya menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pelestarian. “Hadirnya gedung-gedung kesenian di setiap kabupaten sangat penting. Kita akan ikut mendukung revitalisasi gedung-gedung kesenian, taman-taman budaya, museum-museum, dan harus melibatkan semua pihak dari Kementerian Kebudayaan, provinsi, kabupaten, dan pihak swasta serta individu-individu filantropis yang peduli kepada kesenian dan kebudayaan,” ungkap Menbud.
Gedung Kesenian Raksa Wacana lahir dari visi besar H. Aang Hamid Suganda, salah satu tokoh kunci pembangunan di Kuningan. Nama “Raksa Wacana” sendiri membawa pesan mendalam dalam budaya Sunda yang berarti “menjaga amanah” atau “memelihara ucapan”. Semangat ini tidak hanya berakar dari bidang seni, namun juga diwujudkan secara nyata melalui bantuan ekonomi melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Raksa Wacana Agri Purnama yang berdiri sejak 1995. Kini, Gedung Kesenian Raksa Wacana bertransformasi menjadi ruang hidup bagi anak-anak untuk mulai mengenal dan mencintai akar budayanya sejak dini.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Pangeran Sadewa Alibasa, Pangeran Gumirat Barna Alam, Ratu Emalia Jatikusuma, masyarakat adat Karuhun Urang (AKUR), serta Jungjang Pangrawat Adat Karuhun Sunda Wiwitan se-Tatar Parahyangan. Sementara itu, hadir pula anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan; Staf Ahli/Tenaga Ahli Profesional Kantor Staf Presiden, Ade Kadarisman; serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Turut mendampingi Menteri Kebudayaan, antara lain Staf Khusus Menteri bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty.
Melalui langkah kolaboratif ini, Kementerian Kebudayaan terus memperkuat upaya pelindungan dan pemajuan warisan budaya bangsa. Dengan dukungan fisik yang memadai dan agenda kegiatan yang terencana, diharapkan gedung-gedung kesenian di seluruh penjuru tanah air, termasuk di Kabupaten Kuningan, dapat tumbuh menjadi ruang budaya yang semakin dinamis, sekaligus mampu mencetak generasi kreatif yang mencintai identitas bangsa.
(lam)