Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Hukuman Bagi Pemimpin Pendusta

ahmad zuhdi Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:05 WIB
Hukuman Bagi Pemimpin Pendusta
Ilustrasi seorang pemimpin. (Foto: Langit7.ID/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - - Alquran dan hadits senantiasa relevan dengan perkembangan zaman bila dibahas dari berbagai aspek, mulai dari hal terkecil urusan dalam rumah tangga hingga terkait kepemimpinan secara global dan universal. Salah satunya adalah hadits yang menjelaskan tentang hukuman atau balasan bagi pemimpin pendusta dan pengikutnya.

Dalam salah satu hadits Ka’ab bin Ujrah radiallahu anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang pemimpin yang berdusta dan zalim. Pada hadits tersebut, meskipun seorang pemimpin berdusta dan berbuat zalim, namun masih saja ada pengikutnya dan orang yang melegitimasi (membenarkan) perbuatannya.

Baca juga: Pandangan Para Ulama Mengenai Perayaan Maulid Nabi

Sebagaimana hadits shahih berikut:

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ دَخَلَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ وَبَيْنَنَا وِسَادَةٌ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَيُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ

Dari Ka’ab bin Ujrah ia berkata, “Rasulullah SAW pernah keluar atau masuk menemui kami, ketika itu kami berjumlah sembilan orang. Dan di antara kami ada bantal dari kulit. Baginda lalu bersabda: “Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin yang berdusta dan dzalim. Barangsiapa mendatangi mereka kemudian membenarkan kebohongan mereka, atau membantu mereka dalam kezalimannya, maka ia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya. Serta ia tidak akann minum dari telagaku. Dan barangsiapa tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu mereka dalam berbuat kezaliman, maka ia adalah dari golonganku dan aku adalah dari golongannya. Dan kelak ia akan minum dari telagaku.” (HR Ahmad nomor 17424).

Hadits tersebut bicara tentang seputar kepemimpinan yang tidak berbasis nurani karena mengedepankan interest yang berbasis syahwat duniawi. Lebih condong pada kelompok nya daripada kemaslahatan. Di antara makna hadits tersebut yang dapat diambil pelajaran, yaitu:

1. Pemimpin yang menjalankan tugasnya dengan adil dan bijaksana akan bersama Rasulullah dan Rasulullah SAW akan bersamanya untuk minum air dari telaga Rasulullah SAW, hal ini sebagai simbul kenikmatan di surga.

2. Yang tidak kalah pentingnya peran doa agar pemimpin kita selalu mendapatkan petunjuk dan bimbingan nya dalam menjalankan kepemimpinannya.

3. Melarang memilih pemimpin yang berwatak pembohong dan zalim. Kebohongan dan kedzaliman yang besar adalah dengan mengingkari aturan Allah dan RasulNya dalam menjalani kehidupan.

Baca juga: Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia 2021 Tak Digelar di Pesantren, Ini Penjelasan Panitia

4. Menjadi tanggungjawab setiap Muslim untuk mencegah kezaliman dan maksiat yang terjadi di sekeliling mereka tentunya diutamakan dengan penuh hikmah dan bijaksana. Yang paling sederhana dengan tidak memilih dan mendukung mereka.

5. Rasulullah SAW memberi peringatan kepada mereka yang setuju dan mendukung kezaliman yang dilakukan oleh pemimpin di kalangan mereka dengan tidak mengaku mereka bagian dari umatnya dan tidak layak untuk minum air dari telaga Rasulullah SAW.

Demikianlah di antara hadits yang menjelaskan tentang pemimipin berdusta dan zalim atas kekuasaannya. Tugas kita sebagai muslim, tentu menasihatinya dengan baik, santun, dan tulus. Bukan dengan mencela, menghina apalagi menyebarkan dan menyuburkan hoaks yang dapat mendelegitimasi pemimpin, sehingga timbullah ketidakepercayaan umat terhadap pemimpinnya.

Jika umat sudah tidak percaya dengan pemimpinnya, maka yang rugi sebenarnya adalah umat itu sendiri. Karena kebijakan dan kebajikan apapun yang digulirkan oleh pemimpin atau penguasa selalu dilihat dari kacamata negatif dan tidak proporsional dalam bingkai ilmu. Maka, cara terbaik sesuai dengan tuntunan qur'an-sunnah adalah bagaimana mendudukkan sesuatu dengan ilmu dan kebenaran, bukan dengan prasangka.

Baca juga: Dies Natalis FISIP Unpad, Gus Halim Harap Kampus Dampingi dan Membersamai Desa

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)