LANGIT7.ID, Semarang - Dewan Masjid Indonesia (DMI) menunjuk 5 masjid yang ada di Kota Semarang sebagai pilot project atau proyek percontohan budidaya tanaman pisang cavendish di media pot. Masjid terakhir yang menjadi lokasi percontohan adalah Masjid Tsamannul Muttaqin di Pedurungan Tengah XII, Kota Semarang.
Ketua Takmir Masjid Tsamanul Muttaqin M Ifran menyampaikan, masjid yang dipimpinnya telah mendapat alokasi bantuan 100 bibit pisang cavendish yang diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Heaverita Gunaryanti, baru-baru ini.
Dia berharap ke depan ada pendampingan dari DMI atau pihak lain dalam perawatan pisang cavendish karena jamaah masjid, maupun warga di lingkungan masjid tidak memiliki kemampuan dalam bidang pertanian yang memadai.
“Ada pendampingan sampai pisang ini mulai dari pemupukan, perawatan sampai berbuah. Kalau hanya sekadar menanam dan menyiram warga sih bisa-bisa saja. Tapi khawatirnya nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” kata Ifran kepada Langit7, Jumat (15/10).
Baca juga:
Sandiaga Ajak Pelaku Ekraf Berinovasi Terapkan Etos Kerja 4 ASIa mendukung pengembangan ekonomi ummat berbasis masjid, salah satunya dengan budidaya pisang cavendish. Karena jika dikelola dengan baik, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Info dari bu Ita (Wakil Wali Kota), pisang cavendish saat ini hanya dijual di supermarket, dengan harga jual setiap 1 kg Rp50.000, berisi tiga butir pisang, “ ucapnya.
Masjid Tsmannul Muttaqin, mendapatkan 100 bibit pisang cavendish, dan saat ini telah dibagikan kepada RT 1 sampai RT 6 yang ada di RW 1. Pisang cavendish dari informasi yang disampikan Wakil Wali Kota bisa dipanen antara 4-5 bulan dari masa tanam.
“Tapi saya lihat konten di Youtube, bisa panen pada saat 8 bulan,” ujarnya lagi.
Secara prinsip, Ifran sangat mendukung pengembangan pisang cavendish. Apalagi jika yang dijadikan proyek percontohan sampai 5 masjid yakni 50 batang, jika mayoritas bibit bisa dikembangkan, hasilnya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Setidaknya bisa panen 60% saja dari total bibit yang disalurkan, ini sudah sangat membantu. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pisang cavendish ini bisa menjadi ikon baru buah di Kota Semarang, tidak hanya lunpia saja,” pungkasnya.
Sebelum Masjid Tsmannul Muttaqin, proyek percontohanm lainnya ada di Masjid Baitun Nur, di Taman Sendangsari 3 Kelurahan Kalicari, Kota Semarang. Di masjid ini juga mendapatkan bantuan 100 bibit cavendish.
Terpisah, Manajer Bank Syariah Indonesia Area Semarang Zen Assegaf mengatakan, pihaknya ikut bermitra bersama dengan DMI dan Pemkot Semarang memberdayakan lahan kosong dengan penanaman pisang cavendish.
“Peran kami dalam hal pendanaan dan pendampingan. Selama ini banyak masjid memiliki lahan terbengkalai dan ini menjadi sumber pemasukan bagi masjid untuk bisa nanti menghidupi sendiri,” kata Zen Assegaf.
(sof)