LANGIT7.ID-, Jakarta - - Merespons naiknya
harga tiket pesawat, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa pembahasan mengenai
tarif batas atas (TBA) tiket pesawat akan segera dilaksanakan bersama maskapai dan pemangku kepentingan.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak geopolitik global yang mempengaruhi biaya operasional penerbangan.
Pemerintah lebih dahulu akan memformulasikan penyesuaian biaya tambahan atau fuel surcharge sebagai respon terhadap kenaikan harga avtur yang berdampak pada biaya operasional maskapai penerbangan.
"Selanjutnya kita akan bicara mengenai TBA-nya (tiket pesawat) ya," ujar Dudy setelah menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5), mengutip Republika.
Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPW) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kebijakan TBA secara rinci.
Menurut Dudy, pembahasan bersama maskapai terkait penyesuaian fuel surcharge telah dilakukan dan mendapat kesepakatan karena dinilai mendesak agar industri mampu beradaptasi terhadap kenaikan biaya bahan bakar.
"Setelah kebijakan ini dijalankan, pembahasan mengenai TBA akan dilanjutkan dengan melibatkan maskapai, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Infrastruktur, dan pihak terkait lainnya," ujarnya.
Baca juga: Tekan Kenaikan Harga, Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Ekonomi Penerbangan DomestikMenhub menegaskan bahwa pembahasan TBA memiliki peluang untuk dilakukan ke depan, khususnya untuk menjaga keberlanjutan layanan penerbangan nasional. "Oh iya, ada potensi untuk pembahasan TBA tiket pesawat, pasti. Bukan turun TBA-nya, tapi naik TBA-nya," jelas Dudy.
Sementara itu, beberapa hari lalu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan penyesuaian tarif batas atas (TBA) tiket pesawat dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat serta dampak kenaikan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
"Memang tidak mudah menghadapi dinamika global seperti saat ini, tetapi kami berharap situasi dapat membaik dan penyesuaian harga tiket tidak terlalu membebani masyarakat," kata AHY.
Ia menjelaskan situasi geopolitik internasional masih memberikan tekanan terhadap berbagai sektor ekonomi, termasuk transportasi udara dan industri penerbangan nasional.
Baca juga: Pemerintah Izinkan Harga Tiket Pesawat Naik Hingga 13%Namun begitu, lanjutnya, pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat akan potensi kenaikan harga tiket pesawat menjelang libur sekolah dan Idul Adha, yang biasanya meningkatkan mobilitas perjalanan nasional.
AHY berharap kondisi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah, dapat segera membaik sehingga tekanan terhadap pasar energi dunia dan sektor penerbangan dapat menurun secara bertahap.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan di Indonesia guna mencari solusi terbaik menghadapi tekanan biaya operasional.
(lsi)