LANGIT7.ID-, Jakarta - - Di tengah dorongan menjadikan Indonesia sebagai
pusat ekonomi syariah dunia, penguatan sektor riil kini menjadi perhatian utama dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah,
Ferry Juliantono, dalam Sharia Economic Leadership Forum (SELF) 2026 bertema "Syariah Economy Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia 2025-2029".
Menurut Ferry, arah gerakan
ekonomi syariah saat ini tidak lagi hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi juga harus mampu menyentuh sektor riil dan kehidupan masyarakat secara langsung. Pengembangan industri halal, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan kolaborasi antara pusat dan daerah dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
"MES tidak boleh berhenti sebagai forum ide, tapi harus jadi forum aksi sebagai titik temu program, tidak hanya menyangkut MES di Jakarta tapi juga MES di daerah-daerah," ujar Ferry dalam pembukaan SELF 2026, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi syariah perlu selaras dengan berbagai agenda pembangunan nasional seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Asta Cita, hingga masterplan keuangan syariah Indonesia. Karena itu, tahun 2026 disebut sebagai momentum akselerasi dan ekspansi yang menuntut langkah lebih konkret, bukan sekadar konsep.
Baca juga: Ekonomi Syariah Riau Tumbuh Pesat, Ekspor Halal Tembus US$10,43 MiliarDalam praktiknya, ekonomi syariah juga didorong untuk hadir melalui penguatan koperasi berbasis masyarakat.
Ferry yang juga menjabat sebagai Menteri Koperasi itu mengatakan, pihaknya mendukung percepatan pertumbuhan koperasi pondok pesantren dan koperasi masjid di berbagai daerah. Langkah ini dinilai dapat memperluas manfaat ekonomi syariah hingga ke akar rumput.
"Kita ingin masyarakat ekonomi syariah bertumpu bukan hanya pada keuangan tapi juga ke sektor real," katanya.
Selain memperkuat usaha masyarakat, pengembangan ekonomi syariah juga diharapkan mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan ekonomi saat ini, termasuk maraknya praktik pinjaman online yang merugikan masyarakat.
Menurutnya, dengan memperkuat operasionalisasi keuangan syariah dan sektor usaha halal, ekosistem ekonomi syariah diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata sekaligus menciptakan lebih banyak pengusaha muslim di daerah.
Ferry menegaskan, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem tersebut. Menurutnya, Masyarakat Ekonomi Syariah harus menjadi ruang bersama yang mempertemukan pemerintah, regulator, akademisi, komunitas, dan gerakan masyarakat dalam satu langkah yang terintegrasi.
Baca juga: Ekonomi Syariah Sebagai Lokomotif Kedaulatan Ekonomi NasionalMelalui penguatan sektor riil, industri halal serta koperasi berbasis komunitas, ekonomi syariah Indonesia kini tidak hanya diarahkan sebagai sistem keuangan alternatif, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
(lsi)