LANGIT7.ID, Ternate - Kegiatan STQN di Sofifi berpusat di venue utama, Masjid Raya Shafful Khairat. Rumah ibadah tersebut menjadi ikon religi Maluku Utara untuk menyambut para kontingen.
STQN di Sofifi berlangsung hingga Sabtu, 23 Oktober mendatang. Sebanyak 589 peserta dari 34 provinsi akan diuji sejauh mana pendalaman mereka terhadap Alquran dan hadits.
Masjid Raya Shafful Khairat mengusung konsep aristektur modern dengan memadukan ciri Timur Tengah dan kebudayaan Maluku. Keindahan adat Maluku terlihat pada desain eksterior masjid yang menampilkan perisai tradisional Salawaku.
Citra Salawuku terpampang besar di bagian atap masjid berapadu padan dengan kubah berbentuk oval. Masjid Raya Shafful Khairat dilengkapi empat buah menara yang menjulang tinggi pada keempat sudut halamannnya. Bagian muka masjid terpampang kaligrafi Allah dan Muhammad pada sisi kiri dan kanan.
Peletakan batu pertama Masjid Raya Shafful Khairat dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Jumat, 8 Mei 2015 lalu. Masjid lalu dibangun di atas tanah dengan luas lahan kurang lebih 5 hektar di bawah pengawasan langsung Gubernur Abdul Gani Kasuba.
Pembangunan Masjid Raya Sofifi ini menghabiskan anggaran hingga Rp88.863.000.000 (data LP3S Provinsi Maluku Utara tahun 2021). Kini, Masjid Raya Shafful Khairat bisa dibilang menjadi masjid termegah di Maluku Utara.
Masjid Raya Shafful Khairat dilengkapi dengan eskalator serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan air mancur di samping kanan untuk warga bersantai sembari menunggu waktu salat. Kapasitas masjid dapat menampung hingga 6.000 jamaah.
Lantai dua difungsikan untuk melaksanakan salat, sementara lantai satu masjid bisa digunakan sebagai tempat pertemuan dan dakwah. Selain itu, sebagai kantor bagi pengelola masjid.
(bal)