LANGIT7.ID-Jakarta; Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem halal daerah dengan menghadiri peresmian Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) Rest Area Karangkamulyan.
Zona KHAS ini diresmikan dalam pembukaan JAZIRAH (Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah Priangan Timur) yang berkolaborasi dengan Ciamis Creative Expo (CCE) 2026, Jumat (5/6), di Amphitheater Karangkamulyan, Ciamis.
Peresmian dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Laura Rulida bersama Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, disaksikan Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mamat Salamet Burhanudin; Deputi Direktur Inkubasi Bisnis Syariah KNEKS, Helma Agustiawan; Wakil Kepala Pelaksana KDEKS Jawa Barat A. Jajang W. Mahri; Asisten Deputi Kementerian UMKM Pristiyanto, serta jajaran Forkopimda, Dekranasda, dan Baznas Kabupaten Ciamis.
Zona KHAS Karangkamulyan adalah Zona KHAS klaster Fasilitas Umum berupa Rest Area namun di luar Kawasan Toll pertama di Indonesia. Deputi Direktur Inkubasi Bisnis Syariah KNEKS Helma Agustiawan menyampaikan bahwa Zona KHAS adalah model kolaborasi pentahelix yang dapat direplikasi di destinasi wisata lainnya.
“Di Zona KHAS Karangkamulyan terdapat 15 UMKM yang telah memenuhi tiga pilar utama, yaitu NIB, Sertifikasi Halal, dam Aman Sehat. KNEKS hadir sebagai mitra strategis dalam proses inkubasi dan penguatan kapasitas UMKM halal di kawasan ini.” Ujar Helma dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Helma menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa ekosistem halal tidak cukup hanya dengan sertifikasi, tetapi harus terintegrasi dengan penguatan pasar dan identitas budaya lokal. KNEKS mendorong agar Karangkamulyan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi menjadi panggung hidup budaya leluhur.
“Pemerintah telah membangun infrastruktur yang sangat baik. Kini saatnya komunitas mengisi ruhnya, seperti yang berhasil dilakukan di Nyawang Bulan Kabupaten Bandung atau atraksi budaya di Baduy Dalam. Inilah yang akan membuat pariwisata ramah muslim Ciamis memiliki daya saing yang otentik," katanya menambahkan.
Kepala BI Tasikmalaya Laura Rulida menegaskan sinergi JAZIRAH dan CCE merupakan bagian dari road map pengembangan ekonomi syariah Priangan Timur, sementara itu Bupati Herdiat Sunarya menyatakan bahwa dengan populasi Muslim lebih dari 98 persen, sertifikasi halal adalah kebutuhan utama untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.
KNEKS mencatat, peresmian Zona KHAS ini menjadi bagian dari 3 intervensi utama KNEKS di daerah, yaitu inkubasi UMKM halal, integrasi rantai pasok halal, dan penguatan destinasi ramah muslim.
Rangkaian JAZIRAH dan CCE 2026 berlangsung hingga 7 Juni 2026 dan diisi dengan Talkshow Destinasi Ramah Muslim, Talkshow Pesantren Berdaya, Modest Fashion Show UMKM, lomba marawis, serta ditutup dengan Tabligh Akbar bersama Ustaz Riza Muhammad.
KNEKS akan terus mendampingi replikasi model Zona KHAS di rest area dan pusat wisata lainnya di Jawa Barat sebagai bagian dari penguatan Ekosistem Halal secara nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.
