LANGIT7.ID-Semarang; Program Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) mencatat lonjakan signifikan. Hingga pelaksanaan Workshop SPES di Jawa Tengah pada Juni 2026, jumlah sekolah yang tergabung dalam program tersebut meningkat menjadi 267 sekolah, bertambah dari 117 sekolah yang sebelumnya telah ditetapkan hingga Juli 2025.
Kenaikan tersebut didorong oleh penambahan 150 sekolah dari Jawa Tengah yang terdiri atas 60 SMA, 82 SMK, dan 8 SLB. Penambahan ini sekaligus menjadikan Jawa Tengah sebagai penyelenggara SPES dengan jumlah peserta terbanyak sejak program tersebut digelar.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Assoc Prof Dr Sutan Emir Hidayat, mengatakan, "SPES Jawa Tengah ini adalah SPES dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah di selenggarakan di Indonesia, juga menjadi SPES pertama yang di ikuti oleh Sekolah Luar Biasa (SLB)," ujar dia dalam keterangannya, dikutip Rabu (1/7/2026).
Workshop Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Juni 2026 di Hotel MG Setos Semarang itu diikuti 150 SMA, SMK, dan SLB dari seluruh Jawa Tengah dengan melibatkan sekitar 450 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru. Workshop tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi kurikulum sekaligus meningkatkan literasi ekonomi syariah di lingkungan pendidikan menengah.
Dengan pembaruan pada Juni 2026, jumlah Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah kini tersebar di delapan provinsi, yakni Sumatera Barat sebanyak 1 SMA, Riau 2 SMA dan 2 SMK, Sumatera Selatan 5 SMA dan 6 SMK, Sulawesi Selatan 24 SMA, D.I. Yogyakarta 29 SMA dan 17 SMK, Sulawesi Tengah 1 SMA dan 2 SMK, Jawa Barat 16 SMA dan 11 SMK, serta Jawa Tengah 60 SMA, 82 SMK, dan 8 SLB.
Workshop SPES merupakan bentuk sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi syariah ke dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh penguatan materi mengenai konsep ekonomi syariah, pengembangan kurikulum, hingga strategi implementasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kolaborasi antara KNEKS, KDEKS Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan Bank Indonesia diharapkan mampu melahirkan sekolah-sekolah pelopor yang menjadi pusat pengembangan literasi ekonomi syariah di daerah. Program ini juga diarahkan untuk mendukung penguatan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman ekonomi syariah sejak usia sekolah, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Selain itu, workshop menjadi momentum memperkuat jejaring antar satuan pendidikan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran ekonomi syariah. Dengan keterlibatan kepala sekolah dan guru sebagai agen perubahan, implementasi program diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan literasi ekonomi syariah di kalangan peserta didik.
Melalui penyelenggaraan Workshop SPES, para pemangku kepentingan kembali menegaskan komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung terwujudnya Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
(lam)