LANGIT7.ID - , Jakarta - Memilih rekan bisnis yang tepat bisa dibilang susah-susah gampang. Pasalnya dalam menjalankan sebuah bisnis harus bisa menyamakan visi untuk memajukan usaha yang dibangun bersama. Hanya saja, sama seperti menyiapkan modal dan strategi, memilih rekan bisnis bukan perkara mudah.
Salah memilih rekan bisnis dapat berdampak pada kemajuan usaha bahkan kerugian. Karenanya dibutuhkan persiapan yang matang menggandeng partner bisnis. Sejalan dengan hal itu, platform diskusi interaktif ShopeePay Talk mengangkat topik yang fundamental dan krusial di fase awal merintis bisnis, yaitu memilih rekan bisnis.
Bersama dua pebisnis inspiratif, Cofounder dan Director of Anomali Coffee & Pipiltin Cocoa dan Co-founder dan CEO Burgreens & Green Rebel Helga Angelina berbagi cerita membangun bisnis juga faktor yang harus diperhatikan saat memulai sebuah usaha.
Selain itu, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ., sebagai seorang pakar di bidang psikiatri juga turut memaparkan strategi memilih rekan bisnis dari sisi psikologi agar dapat menjalankan hubungan bisnis jangka panjang.
Baca juga : Teladan Rasulullah dalam Berbisnis, Pebisnis Handal yang Tidak Berorientasi pada Materi
Baca juga : Pebisnis Muslim Harus Tahu, Ini Cara Dapat Berkah dalam BisnisMembangun bisnis bersama rekan yang tepat memiliki kelebihan bisa mengakselerasi performa usaha. Selain itu, perspektif bisnis pun menjadi lebih luas, belum lagi beban kerja jadi lebih ringan dan sharing modal usaha.
Setiap individu pastinya memiliki kebebasan untuk memilih rekan bisnisnya, baik bersama orang yang baru dikenal, teman dekat, pasangan, bahkan keluarga sekalipun. Namun, terlepas dari status hubungan yang telah dibangun dengan rekan bisnis tersebut, penilaian awal saat memilih rekan bisnis harus tetap dilakukan secara objektif agar tidak menimbulkan penilaian yang bias.
Bercermin dari kisah Irvan Helmi yang membangun Anomali Coffee bersama sahabatnya sejak SMA dan Pipiltin Cocoa bersama sang kakak, serta Helga Angelina yang mendirikan Burgreens bersama kekasih yang kini telah menjadi suaminya, berikut adalah beberapa kriteria utama yang dapat dipertimbangkan dalam memilih rekan bisnis:
Keterampilan berbeda, tujuan tetap samaSalah satu fondasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan bisnis bersama rekan dapat mulai dibangun dengan mencari rekan bisnis yang memiliki keterampilan berbeda. Pada dasarnya setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, keterampilan berbeda dapat membantu para pemilik bisnis untuk saling melengkapi satu dengan lainnya dalam mendorong perkembangan bisnis.
“Memilih rekan bisnis bukan hanya sekadar berlandaskan alasan sudah kenal baik sejak lama. Meskipun saya memilih menjadikan sahabat lama dan kakak saya sendiri sebagai rekan bisnis, saya tidak pernah mengenyampingkan kriteria utama yang saya cari dari seorang rekan bisnis yang baik, yaitu adanya perbedaan keterampilan untuk saling melengkapi." jelas Irvan.
Irvan mengakui adanya pembagian keterampilan untuk memajukan usaha. Di Anomali Coffee, Irvan lebih fokus pada pemasaran dan kualitas produk. Sedangkan rekan bisnisnya, menangani keuangan bisnis dan strategi bisnis secara garis besar.
"Alhasil, saya banyak belajar dari Agam tentang strategi menjalankan bisnis dan pengalaman tersebut saya terapkan saat saya membangun Pipiltin Cocoa bersama kakak saya." cerita Irvan.
Menurut Irvan, perbedaan keterampilan inilah yang dapat menjadi sebuah nilai tambah yang membuat perspektif lebih luas dalam mencapai tujuan bisnis.
Berkomitmen kuat dan mengutamakan profesionalitasSelain keterampilan, rekan bisnis juga pastinya harus mengemban komitmen yang kuat, sehingga tiap individu yang terlibat di dalamnya bersedia mengenyampingkan keakuan dan fokus memberikan 100% usahanya untuk mencapai tujuan bisnis yang telah dirancang bersama.
Baca juga : Ingrid Kansil, Bagi Keuntungan Bisnisnya untuk Kepentingan SosialHelga memutuskan membangun Burgreens bersama sang kekasih yang kini menjadi suami, Max. Di awal merintis bisnis, Helga dan Max menyepakati beberapa hal mendasar yang dituangkan ke dalam perjanjian kerja sama yang sah.
"Dengan begitu, kami bisa menjaga profesionalitas berbekal komitmen yang telah kami tentukan bersama dan tidak lagi membawa status ‘teman’, ‘pacar’, atau ‘saudara’, tetapi semua dilakukan atas kelangsungan bisnis dan tujuan bersama. Bagi saya, memilih rekan bisnis yang mau dan mampu memegang teguh komitmen dapat membantu kita dalam mendorong pertumbuhan bisnis,” ujar Helga.
Memiliki nilai-nilai kehidupan yang samaSetiap orang memiliki nilai-nilai kehidupan yang mereka pegang teguh dalam menjalani kehidupan. Penting bagi pelaku bisnis untuk memahami nilai-nilai hidup yang dipegang teguh oleh rekan bisnis mereka. Memiliki beberapa nilai kehidupan yang sama dapat membantu mereka saling memahami dan menciptakan hubungan bisnis yang lebih langgeng.
Menurut psikiater dr. Jiemi Ardian, Sp. KJ, kepribadian setiap orang memang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, perbedaan tersebut dapat disatukan dengan nilai-nilai kehidupan yang mereka pegang teguh.
Kedua individu atau lebih dapat dikatakan cocok satu sama lain untuk menjalin hubungan bisnis jangka panjang apabila mereka memegang beberapa nilai-nilai kehidupan yang saling beririsan.
Misalnya, kedua individu ini sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran, maka mereka pun akan cenderung menjalankan bisnis dengan saling terbuka dan jujur dalam berkomunikasi.
"Setiap individu yang memegang beberapa nilai kehidupan yang sama akan lebih mudah untuk saling memahami dan berempati satu sama lain sehingga dapat lebih bijak saat menghadapi konflik bersama,” tutup dr. Jiemi Ardian.
(est)