Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 17 Juni 2026
home global news detail berita

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.764 per Dolar AS, Pasar Cermati Langkah Agresif BI dan Keputusan The Fed

nabil Rabu, 17 Juni 2026 - 17:00 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.764 per Dolar AS, Pasar Cermati Langkah Agresif BI dan Keputusan The Fed
LANGIT7.ID-Jakarta; Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Mata uang Garuda berakhir di level Rp17.764 per dolar AS, turun 39 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.725 per dolar AS.

Sepanjang sesi perdagangan, rupiah sempat mengalami pelemahan hingga 40 poin sebelum akhirnya ditutup di kisaran tersebut. Pergerakan rupiah masih berada dalam tekanan seiring sikap hati-hati pelaku pasar yang menunggu sejumlah agenda penting baik dari dalam maupun luar negeri.

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Agenda tersebut menjadi sorotan setelah Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% melalui RDG Mingguan pada pekan lalu.

Sebelumnya, bank sentral juga telah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada RDG Bulanan. Serangkaian kebijakan tersebut menunjukkan langkah agresif Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir sempat menghadapi tekanan cukup besar terhadap dolar AS.

Selain faktor kebijakan moneter, pasar juga mencermati kondisi ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Indonesia saat ini tidak lagi bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang pengirimannya melalui Selat Hormuz. Pemerintah telah mengamankan pasokan energi nasional melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok alternatif guna mengurangi risiko gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik.

Diversifikasi sumber impor minyak tersebut dinilai membantu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi potensi tekanan terhadap neraca perdagangan dan stabilitas ekonomi domestik. Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan faktor harga dalam menentukan sumber pasokan minyak mentah guna menjaga efisiensi fiskal.

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah terjadi di tengah berbagai sentimen yang masih memengaruhi pergerakan pasar keuangan global dan domestik.

"Perhatian pasar juga tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. RDG kali ini menjadi penting karena pada pekan lalu BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% melalui RDG Mingguan," ujar dia, Rabu (17/6/2026)

Menurut Ibrahim, langkah agresif Bank Indonesia tersebut menjadi sinyal kuat bahwa otoritas moneter tetap berupaya menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Dari sisi prospek, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya. Pelaku pasar akan terus memantau hasil RDG BI, arah kebijakan moneter global, serta perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi arus modal dan sentimen risiko.

Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp17.760 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan Kamis (18/6/2026).

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 39 point sebelumnya sempat melemah 40 point dilevel Rp.17.764 dari penutupan sebelumnya di level Rp.17.725. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp.17.760- Rp.17.800," ujara dia.

Sementara itu, dari pasar global, indeks dolar AS tercatat menguat pada perdagangan Rabu. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri ketegangan di Timur Tengah.

Kesepakatan tersebut mencakup peluang bagi Iran untuk kembali mengekspor minyak serta perpanjangan gencatan senjata sementara selama proses negosiasi menuju perdamaian yang lebih permanen. Sentimen tersebut membantu meningkatkan keyakinan investor terhadap aset-aset berbasis dolar AS.

Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi kawasan tersebut. Sejumlah pelaku industri menilai pemulihan produksi dan penyulingan minyak menuju level sebelum konflik berpotensi memakan waktu cukup lama. Di sisi lain, Israel juga belum sepenuhnya mendukung perkembangan terbaru dalam upaya perdamaian tersebut sehingga risiko geopolitik masih tetap ada.

Selain perkembangan Timur Tengah, fokus utama pasar global saat ini tertuju pada pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve yang merupakan pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Namun, investor akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan dot plot The Fed untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. Pasar saat ini sangat sensitif terhadap sinyal mengenai peluang pemangkasan suku bunga pada paruh kedua tahun ini.

Ke depan, hasil RDG Bank Indonesia dan keputusan Federal Reserve diperkirakan menjadi penentu utama arah pergerakan pasar keuangan. Jika The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih longgar, tekanan terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah berpotensi mereda. Sebaliknya, jika dolar AS terus menguat dan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, ruang penguatan rupiah masih akan terbatas dalam jangka pendek.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 17 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)