LANGIT7.ID-, Miami - -
Tim nasional Korea Selatan memboikot media asal negaranya selama ajang
Piala Dunia 2026 usai muncul dugaan komentar miring terhadap kapten tim,
Son Heung-min.Reuters melaporkan, menurut media internasional ejekan para
jurnalis Korsel itu diduga terekam mikrofon yang dalam keadaan aktif. Sejumlah personel media Negeri Ginseng itu disebut mengolok-olok masa wajib militer yang pernah dijalani Son.
Komentar itu muncul ketika penyerang berusia 33 tahun tersebut menjalani sesi latihan terpisah dari rekan-rekannya.
Baca juga: Tolak Timnas Korsel, Fisioterapis Indonesia Bagikan Kisah Haru Pascapemecatan STYIsu wajib militer merupakan topik sensitif di
Korea Selatan. Seperti diketahui, Korsel mewajibkan seluruh pria yang dinilai sehat secara fisik untuk menjalani dinas militer sekitar 21 bulan.
Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan menghadapi ancaman dari
Korea Utara.
Namun, pemerintah Korea Selatan memberikan pengecualian bagi atlet yang berhasil meraih medali Olimpiade atau menjuarai Asian Games. Son Heung-min bersama rekan-rekannya memperoleh hak tersebut setelah mempersembahkan medali emas cabang sepak bola pada Asian Games 2018.
Menanggapi insiden tersebut, Korea Football Association (KFA) menyampaikan kekecewaannya melalui pernyataan resmi.
"KFA menyesalkan komentar tidak pantas yang dilontarkan sejumlah personel media selama sesi latihan tim nasional di kamp latihan Guadalajara," demikian pernyataan federasi, seperti dilansir dari Reuters pada Rabu (17/6/2026).
KFA menilai komentar tersebut telah menimbulkan kekecewaan besar di dalam skuad yang tengah berjuang membawa nama Korea Selatan di panggung sepak bola dunia.
Baca juga: Timnas U-19 Siap Jajal Kembali Kekuatan Timnas Korsel U-19"Dengan rasa tanggung jawab untuk mewakili Korea Selatan di panggung global Piala Dunia, para Taegeuk Warriors telah memberikan yang terbaik untuk membalas dukungan dan harapan masyarakat. Namun, bocornya percakapan tidak pantas dari sejumlah awak media di lokasi latihan menimbulkan guncangan dan kekecewaan besar bagi tim," lanjut pernyataan tersebut.
Federasi juga meminta media untuk menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab dan menghormati para pemain selama turnamen berlangsung.
"Korea Football Association akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap tim serta berupaya menciptakan lingkungan media yang sehat," tulis KFA.
Meski melakukan boikot terhadap media, Korea Selatan tetap harus memenuhi kewajiban konferensi pers dan aktivitas media resmi yang diwajibkan oleh FIFA selama turnamen berlangsung.
Son sendiri memang pernah menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan pada 2020. Program tersebut mencakup latihan dengan gas air mata, latihan menembak menggunakan peluru tajam, hingga kegiatan berjalan kaki sejauh 30 kilometer.
Baca juga: Son Heung-min Nyaris Pecah Kebuntuan, Korea Selatan Tampil Lebih Berbahaya dari Republik CekoMantan penyerang Tottenham Hotspur itu menyelesaikan pelatihan tersebut saat kompetisi Liga Inggris dihentikan sementara akibat pandemi COVID-19.
(est)