LANGIT7.ID-Jakarta; Timnas Uzbekistan menghadapi pekerjaan berat setelah tertinggal 0-1 dari Kolombia pada babak pertama laga Grup Piala Dunia 2026 di Mexico City Stadium, Kamis (18/6/2026). Di balik ketertinggalan tersebut, sorotan mulai mengarah kepada pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Fabio Cannavaro.
Legenda sepak bola Italia itu memilih pendekatan yang sangat hati-hati saat menghadapi Kolombia. Uzbekistan lebih banyak bertahan dengan formasi lima bek dan mengandalkan serangan balik untuk mencari peluang.
Strategi tersebut sempat berjalan efektif. Sepanjang lebih dari 40 menit pertama, Kolombia dibuat kesulitan menembus rapatnya lini pertahanan Uzbekistan. Namun, pendekatan yang terlalu defensif juga membuat White Wolves kesulitan mengembangkan permainan.
Kolombia menguasai tempo pertandingan sejak menit-menit awal. Meski tidak tampil agresif, tim Amerika Selatan itu mampu mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Uzbekistan secara perlahan.
Sementara itu, Uzbekistan justru kesulitan mempertahankan bola dalam waktu lama. Upaya membangun serangan kerap terhenti sebelum memasuki area berbahaya lawan.
Harapan Uzbekistan untuk mengancam melalui Eldor Shomurodov dan Abbosbek Fayzullaev juga belum berjalan sesuai rencana. Keduanya beberapa kali mencoba membuka ruang melalui serangan cepat, tetapi rapatnya pertahanan Kolombia membuat peluang yang tercipta sangat minim.
Situasi mulai berubah ketika Kolombia meningkatkan intensitas serangan menjelang akhir babak pertama. Tekanan yang terus datang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-41.
Berawal dari umpan terukur Jefferson Lerma, Daniel Munoz melakukan pergerakan cerdas dari sisi kanan dan lolos dari pengawalan lini belakang Uzbekistan. Munoz kemudian melepaskan penyelesaian voli yang tak mampu dihentikan kiper Utkir Yusupov.
Gol tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pertahanan rapat yang dibangun Uzbekistan tidak mampu bertahan sempurna sepanjang pertandingan.
Selain kebobolan, Uzbekistan juga belum menunjukkan ancaman serius ke gawang Kolombia. Minimnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan membuat tim asuhan Cannavaro lebih banyak menghabiskan waktu untuk bertahan dibanding menyerang.
Baca juga: Luis Diaz Nyaris Cetak Gol Terbaik Piala Dunia 2026, Uzbekistan Selamat dari Mimpi BurukKondisi ini menjadi tantangan bagi Cannavaro menjelang babak kedua. Jika tetap bertahan terlalu dalam, Uzbekistan berisiko terus ditekan dan kebobolan lagi. Namun jika memilih bermain lebih terbuka, ruang di lini belakang bisa dimanfaatkan para pemain cepat Kolombia.
Dengan tertinggal satu gol, Cannavaro kini dituntut menemukan solusi agar Uzbekistan mampu keluar dari tekanan dan kembali membuka peluang meraih hasil positif pada laga perdana mereka di Piala Dunia 2026.
(lam)