Langit7, Jakarta - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sebagai organisasi nirlaba, bertujuan untuk mengembangkan dan juga membumikan sistem ekonomi syariah yang berkeadilan berprinsip sesuai syariah.
Sekretaris Komite Sinergi Antarlembaga, Komunitas, dan Keummatan Pengurus Pusat MES, Syukron Habiby mengatakan, organisasi itu juga menjadi sebuah organisasi yang terbuka. Sifatnya yang inklusif berupaya untuk menghimpun seluruh sumber daya yang ada dengan membangun sinergi antar pemangku kepentingan.
"Jadi dalam rangka untuk menumbuhkan dan membumikan ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu, kami juga sudah tersebar di 29 provinsi dan 16 kantor wilayah di luar negeri," ujarnya di Podcast #3 iB Vaganza-BIK 2021: Investasi Halal dan berkah bersama Perbankan Syariah, Senin (18/10).
Baca juga: Petani Milenial di NTB Sukses Kembangkan Teknologi Pupuk ModernMES secara garis besar mengambil bagian dalam menumbuhkan kemajuan atau perkembangan dari perbankan syariah. Apalagi, data terakhir menyebutkan setidaknya tiga juta milenial telah aktif menjadi investor retail.
Seperti diketahui, usia produktif di Indonesia sendiri mencapai 191 juta orang yang terdiri dari usia 15-64 tahun. Sementara itu, 70 juta di antaranya merupakan kalangan milenial.
"Nah dari 70 juta itu tiga jutanya sudah berinvestasi dalam bentuk investor ritel," ujarnya.
Baca juga: Ketika Mahathir Mohamad Beli Ikan Cupang, Bantu Pelaku Usaha MalaysiaJika dilihat dari tahun ke tahun, tren ini terus mengalami pertumbuhan. Dari 2019-2021 tumbuh sampai 125 persen.
Ia menyebutkan, jika iklim tersebut dapat dijaga dengan baik, diperkirakan 5-10 tahun ke depan Indonesia dapat dipimpin oleh kalangan milenial sebagai pelaku investasi.
"Ini justru menjadi fenomena yang menarik di Indonesia, karena pandemi malah mendorong adanya semacam shifting perilaku. Jadi kalau sebelumnya masyarakat kita ini lebih banyak konsumtif, kini ternyata mengubah perilaku masyarakat kita untuk menabung dan berinvestasi," jelasnya.
(zul)