Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home masjid detail berita

Bolehkah Menggunakan Bedug untuk Pemberitahuan Waktu Shalat?

ahmad zuhdi Kamis, 21 Oktober 2021 - 17:00 WIB
Bolehkah Menggunakan Bedug untuk Pemberitahuan Waktu Shalat?
Ilustrasi bedug peninggalan Sunan Kalijaga di Masjid Demak, Jawa Tengah. (Foto: Langit7.ID/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - - Sebelum ada syari'at adzan para shahabat telah membicarakan, dengan apa memberitahukan waktu shalat? Ini agar para shahabat serempak melaksanakan shalat di awal waktu.

Di antaranya ada yang mengusulkan dengan lonceng, tetapi Nabi SAW menolaknya karena lonceng itu cara Nashrani. Ada juga yang mengusulkan dengan buq (terompet), ternyata Nabi SAW menolak karena itu cara Yahudi. Ada juga yang mengusulkan dengan menyalakan api, cara ini pun ditolak karena itu cara Majusi.

Baca juga: Tafsir At Taubah ayat 128, Gambaran Pribadi Rasulullah

Kemudian di malam harinya “Abdullah bin Abi Rabbih mimpi mau membeli naqus (lonceng) untuk memberitahukan waktu shalat, ia mengatakan kepada Abdullah: “Tidakkah mesti aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu.” (Kemudian ia mengajarkan adzan).

Dari kasus tersebut dapat disimpulkan, bahwa tidak ada cara atau syari'at yang lebih baik daripada adzan. Memang di masyarakat kita di Indonesia masih ada yang menggunakan bedug, padahal sudah ada syari'at adzan dan pakai pengeras suara, ditambah pula ternyata bedug itu ciri agama lain yang digunakan di kelenteng dan bedug itu hanya ada di Indonesia saja.

Ternyata di Malaysia tidak ada bedug, di Saudi Arabia juga tidak ada, juga di negara-negara Islam lainnya. Jelasnya, bedug itu bukan syari'at Islam.

Baca juga: Doa yang Dipanjatkan Rasulullah karena Takut dengan Neraka Allah

Padahal, jika kita pahami makananya dalam lafazh adzan terkandung beberapa poin yang penting, yaitu:

1. Pengagungan terhadap Allah SWT dengan mengumandangkan empat kali takbir, Berarti kita mesti menyadari akan kebesaran Allah SWT. Di balik itu, kita mesti menyadari akan kelemahan dan kekurangan kita sebagai makhluk ciptaanNya.

2. Mengingatkan dan menguatkan kembali ikrar dua kalimat syahadat, dimana kita mengakui dan meyakini bahwa tiada tuhan yang mesti disembah kecuali Allah SWT dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT yang mesti kita teladani.

3. Ajakan untuk melaksanakan shalat sebagai sarana untuk bermunajat dan menguatkan mahabbah kepada-Nya.

4. Ajakan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat serta menggapai hasanah di dunia dan hasanah di akhirat.

5. Mengulang kembali pengagungan terhadap Allah SWT.

6. Mengakhiri dengan kalimat tauhid sebagai pernyataan siap mengabdi kepada-Nya dan tidak akan menyekutukanNya.

Itulah kandungan adzan yang sempurna dan syarat makna. Semoga yang mengumandangkan dan kita yang mendengarkan serta menjawabnya mendapat pahala serta rahmat dari Allah SWT. Sumber: Kitab al-Fatawa karya KH Aceng Zakaria tentang Masalah-masalah Seputar Thaharah dan Shalat.

Baca juga: Fungsi Adzan dan Penyalahgunaannya, Nomor 1 & 2 Sering Terjadi

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)