Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Juni 2026
home masjid detail berita

Kisah Sunan Gunung Jati Menghalau Wabah dengan Adzan

fajar adhitya Kamis, 15 Juli 2021 - 14:45 WIB
Kisah Sunan Gunung Jati Menghalau Wabah dengan Adzan
Masjid Agung Cipta Rasa pada zaman dulu. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Semarang - Tujuh orang berdiri tegap di shaf keenam tepat di depan imbar Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Selama berabad-abad shaf itu memang istimewa, tempat khusus yang disediakan bagi muadzin.

Mengenakan jubah putih-putih, bersih nan wangi. Ketujuh muadzin itu sedang bersiap-siap melantunkan adzan meskipun shalat Isya telah ditunaikan. Selepas doa dan shalawat, lantunan takbir pun menggema hingga sudut-sudut Keraton Kasepuhan.

Biasanya, adzan dengan tujuh orang ini dilakukan dalam rangkaian shalat Jumat. Namun, adzan yang satu ini berbeda, diniatkan untuk mengusir pandemi Covid-19. Prosesi adzan berlangsung pada Kamis malam, 9 April 2020 lalu. Disebut dengan Adzan Pitu.

"Kita kumandangkan adzan pitu atau tujuh karena kita ketahui saat ini sedang ada wabah corona. Dulu, adzan pitu ini dikumandangkan juga untuk menolak wabah, sihir dan lainnya. Dulu pernah wabah cacar dan lainnya," kata Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Jumhur.

Adzan Pitu merupakan ritual sakral yang dilakukan Sunan Gunung Jati untuk mengusir pandemi dan diteruskan sebagai tradisi keagamaan hingga saat ini. Sumber-sumber tulisan maupun lisan menyebutkan bahwa Adzan Pitu pertama kali berkumandang pada abad ke-15 M.

Saat itu, kerajaan sedang dilanda wabah misterius. Penyakit mematikan menewaskan banyak masyarakat bahkan merenggut nyawa Nyimas Pangkuwati, istri Sunan Gunung Jati. Ada yang menyebut wabah ini dengan serangan Menjangan Wulung. Gejalanya hampir sama, korban merasakan sakit lantas meninggal.

Menjangan Wulung dikisahkan sebagai mahluk penggangu yang dikirim orang-orang yang membenci perkembangan dakwah Islam di Cirebon. Menjangan Wulung diletakan di kubah atau memolo Masjid Agung Cirebon. Efeknya membuat orang menjadi kepanasan sehingga tidak betah berlama-lama beribadah di dalam masjid.

Sunan Gunung Jati kemudian berdoa. Melaui karamahnya, dia mendapatkan petunjuk dari Allah bahwa wabah yang melanda Cirebon akan berakhir setelah dikumandangkan adzan oleh tujuh muadzin sekaligus. Sunan Gunung Jati lalu meminta kepada pengurus Masjid Agung Sang Cipta Rasa agar mengumpulkan tujuh muadzin .

Saat waktu subuh tiba, tujuh orang muadzin pun mengumandangkan adzan sesuai titah Sunan. Ketika adzan selesai dikumandangkan, terdengar ledakan dahsyat dari bagian memolo Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Tubuh Menjangan Wulung yang bersembunyi di memolo masjid hancur dan darahnya berceceran di area masjid.

Pada saat yang sama, salah seorang pengumandang adzan itu diceritakan ikut meninggal karena ledakan itu. Sementara memolo Masjid Agung Sang Cipta Rasa terpental hingga ke Banten dan menumpuk di kubah Masjid Agung Serang Banten.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)