LANGIT7.ID-Jakarta; Jude Bellingham melontarkan respons singkat namun tegas setelah pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengkritik penampilan timnya meski berhasil memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya.
Gelandang Real Madrid itu menjadi sosok penentu kemenangan comeback Inggris atas Norwegia. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Andreas Schjelderup, Inggris bangkit berkat dua gol Bellingham, termasuk gol penyama kedudukan yang memicu kontroversi sesaat sebelum turun minum.
Dalam proses terciptanya gol tersebut, tayangan ulang memperlihatkan bola hasil tendangan gawang Norwegia diduga sempat mengenai kabel di atas lapangan. Namun, FIFA kemudian menyatakan sensor pada bola tidak menemukan bukti bahwa bola menyentuh kabel tersebut. Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, tetap bersikeras bahwa insiden itu "sangat jelas" terjadi.
Bellingham kemudian mencetak gol kemenangan pada menit ketiga babak tambahan waktu setelah memanfaatkan kesalahan kiper Norwegia, Ørjan Håskjold Nyland. Gol itu menjadi gol keenamnya di Piala Dunia, hanya terpaut dua gol dari Lionel Messi—yang saat itu masih akan menjalani perempat final bersama Argentina—serta Kylian Mbappé. Ia juga menyamai koleksi gol kapten Inggris, Harry Kane.
Meski sukses membawa Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2018 di era Gareth Southgate, Tuchel mengaku tidak puas dengan penampilan anak asuhnya.
"Hasilnya fantastis, kami berada di empat besar, luar biasa. Tetapi saya tidak senang dengan penampilan kami," kata Tuchel kepada ITV.
"Dalam segala aspek. Komitmennya memang ada, tetapi kami membuat segalanya menjadi sangat sulit bagi diri sendiri melalui cara kami bermain. Kami ceroboh, melakukan banyak kesalahan teknis, tidak cukup cepat, tidak cukup konsisten. Hari ini kami beruntung."
Pernyataan tersebut rupanya tidak diterima begitu saja oleh Bellingham. Saat diminta menanggapi kritik sang pelatih, ia menunjukkan ekspresi yang memperlihatkan ketidaksetujuannya.
"Ya, ya sudah. Terserah. Terserah," ujar Bellingham.
"Pertandingannya memang sulit. Semua pemain bekerja sangat keras. Jadi, rasa hormat dan apresiasi saya sepenuhnya untuk para pemain yang berada di lapangan dan sekali lagi memberikan penampilan penuh perjuangan."
Dalam wawancara lain setelah pertandingan, Bellingham kembali membela rekan-rekannya.
"Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu menghadapi Erling Haaland, Martin Ødegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sørloth. Itu bukan tim yang mudah dilawan."
"Saya rasa kami sudah berusaha menciptakan suasana yang positif. Anda tidak akan memenangkan setiap pertandingan hanya dengan terus mengalirkan bola dan membuat seribu operan. Kadang-kadang Anda harus menang dengan cara yang sulit, dan malam ini kami kembali melakukannya."
Ketika ditanya apakah ia sependapat dengan penilaian Tuchel bahwa Inggris beruntung, Bellingham hanya menjawab singkat, "Tidak ada komentar."
Belakangan, Tuchel menegaskan bahwa komentarnya bukan berarti ada keretakan hubungan dengan para pemain.
"Saya terkesan dengan perjuangan yang mereka tunjukkan dan cara mereka mengatasi situasi sulit. Mereka pantas mendapatkan pujian sebesar-besarnya untuk itu. Tetapi saya juga seorang pelatih sepak bola dan kami masih bisa bermain lebih baik."
"Kami menemukan cara untuk lolos ke empat besar, dan tentu itu yang paling penting. Namun, sebagai pelatih yang selalu menganalisis pertandingan, saya tetap berpikir kami harus tampil lebih baik. Tidak ada masalah dan tidak ada ketidakharmonisan antara saya dengan tim. Sama sekali tidak. Saya sepenuh hati bersama para pemain dan saya sangat mencintai mereka."
Sementara itu, Harry Kane mengungkapkan bahwa Tuchel memang kurang puas terhadap performa tim, tetapi menurutnya hal itu justru bisa menjadi modal positif bagi Inggris dalam upaya mencapai final Piala Dunia putra pertama di luar negeri.
"Di ruang ganti dia hanya mengatakan selamat yang sebesar-besarnya dan kami harus menikmati serta merayakannya. Tetapi tetap terasa bahwa ada bagian dari dirinya yang tahu kami masih bisa bermain lebih baik, dan menurut saya itu hal yang baik."
"Kalau kami sudah berada di semifinal Piala Dunia dan masih merasa bisa berkembang serta menemukan level permainan yang lebih tinggi, maka itu harus kami anggap sebagai sesuatu yang positif."
Baca juga: Jude Bellingham Menggila! Brace ke Gawang Norwegia Antar Inggris Lolos Dramatis ke Semifinal Piala Dunia 2026Di kubu Norwegia, Erling Haaland gagal mencetak gol dalam laga kompetitif internasional untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024. Ia ditarik keluar pada babak kedua perpanjangan waktu setelah mengalami cedera benturan pada kaki di babak kedua.
"Itu bukan keputusan yang sulit karena dia memang sudah tidak mampu melanjutkan pertandingan," kata Solbakken.
"Mungkin saya seharusnya menariknya keluar 10 menit lebih awal."
(lam)