Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 10 Oktober 2026
home masjid detail berita

Memuliakan Nabi dengan Kata Sayyidina dalam Shalawat

fajar adhitya Jum'at, 22 Oktober 2021 - 20:30 WIB
Memuliakan Nabi dengan Kata Sayyidina dalam Shalawat
Memuliakan Nabi dengan kata Sayyidina dalam shalawat. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Memuliakan Nabi dengan kata Sayyidina dalam shalawat merupakan hal baik. Ustadz Abdul Somad menilai kalimat ini bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Sayyid artinya penghulu, sementara sayyidu atau sayyidina memiliki makna pemimpin. UAS sapaannya mengaku tak mengapa bila menambahkan kata sayyidina dalam shalawat.

Misal, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad. Namun dia tidak menyalahkan juga bila ada yang bershalawat dengan kalimat allahumma shalli ala Muhammad.

Menurut dia, perbedaan padangan dalam penggunaan kata tersebut dalam shalawat merupakan hal yang tak perlu dibesar-besarkan. "Kalau masalah ini jangan fanatik," kata UAS dalam kutipan ceramahnya di Youtube.

Bacaan shalawat sendiri berbunyai "Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad, kamaa shallaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim, innaka hamiidum majid."

Dalilnya hadist diriwayatkan Ka'ab bin Ujroh saat bertanya kepada Rasulullah cara bershalawat. Bacaan shalawat lainnya, termasuk yang disyariatkan yakni mengucapkan "shallallahu alaihi wasallam" atau "alaihish shalaatu was salaam".

Namun ummat Islam saat ini banyak mengenal varias shalawat. Pada hakikatnya, shalawat tersebut merupakan salam, doa dan pujian kepada Nabi Muhanmmad shallallahu alaihi wasallam, bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 10 Oktober 2026
Imsak
04:08
Shubuh
04:18
Dhuhur
11:43
Ashar
14:44
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan