LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong transformasi Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur'an (PAUD Al-Qur'an) agar menjadi lembaga yang unggul, profesional, dan kompetitif. Ada empat pilar yang disiapkan, mulai dari peningkatan mutu hingga penyempurnaan sistem pembelajaran.
Hal ini disampaikan Kasubdit Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Aziz Syafiuddin (mewakili Direktur Pendidikan Pesantren), dalam Seminar Nasional Pendidikan Al-Qur'an di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Acara ini diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Al-Qur'an (LKPPQ) Ar-Rahmah.
Aziz Syafiuddin membeberkan 4 pilar utama dukungan pemerintah dalam memperkuat PAUD Al-Qur'an di Indonesia. Pertama, peningkatan mutu kelembagaan. Pilar ini mendorong restrukturisasi dan penguatan legalitas serta standar mutu lembaga pendidikan Al-Qur'an secara berkelanjutan.
Kedua, penguatan tata kelola. Langkah yang diambil adalah memfasilitasi tata kelola manajerial yang transparan, akuntabel, dan profesional di tingkat pengelola dan yayasan. Ketiga, peningkatan kompetensi pendidik dengan mengakselerasi pelatihan dan pengembangan kapasitas para ustaz/ustazah agar memiliki kualifikasi pengajaran yang mumpuni.
Keempat, penyempurnaan sistem pembelajaran adaptif. Hal ini dilakukan dengan menyusun kerangka kurikulum dan metode pembelajaran yang responsif terhadap tuntutan dan perkembangan zaman.
"Pemerintah sangat berharap lembaga PAUD Al-Qur'an terus naik kelas menjadi lembaga yang unggul, profesional, dan kompetitif. Karena itu, melalui empat pilar ini, seluruh penyelenggara diharapkan dapat terus meningkatkan mutu layanannya kepada masyarakat," tegas Aziz Syafiuddin saat memaparkan materi bertajuk "Kebijakan Strategis Pemerintah terhadap Prospek Pendidikan Al-Qur'an Usia Dini di Indonesia", ujar dia, dikutip Rabu (29/7/2026).
Aziz menambahkan bahwa keberhasilan pilar-pilar kebijakan tersebut membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, organisasi profesi, yayasan penyelenggara, dan para pendidik demi mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 pengelola, kepala satuan pendidikan, dan pendidik se-Wilayah Bogor ini juga menghadirkan dua narasumber lain. Sekjen DPP Ikatan Pendidik PAUD Al-Qur'an Indonesia, Indah Wahyuningsih, memaparkan pentingnya perancangan sistem tata kelola dan budaya mutu kelembagaan. Sementara Instruktur Nasional LPTQ YTT AMM Yogyakarta, Iwan Rustiawan, membagikan praktik baik (best practice) strategi pengajaran Al-Qur'an yang efektif, kreatif, dan menyenangkan.
Direktur LKPPQ Ar-Rahmah, Ahmad Jaeni, mengapresiasi pemaparan kebijakan tersebut dan menegaskan bahwa seminar ini menjadi sarana vital bagi para pendidik untuk menyelaraskan arah tata kelola lembaga mereka dengan visi strategis pemerintah. (Kemenag)
(lam)