LANGIT7.ID - Bandar Seri Begawan; - Nama Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah tengah menjadi perbincangan publik setelah
Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, mencabut
gelar kerajaan yang disandangnya.
Raabi'atul Adawiyyah merupakan istri dari Pangeran 'Abdul Malik Hassanal Bolkiah, putra Sultan Hassanal Bolkiah. Gelar “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” yang sebelumnya disandangnya dicopot secara mendadak.
Baca juga: Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Disebut Gegara Perilaku Tak PantasMenurut pengumuman Kantor Grand Chamberlain, keputusan tersebut merupakan titah Sultan Hassanal Bolkiah. Pencabutan gelar dilakukan setelah perilaku Raabi'atul dinilai tidak pantas sebagai istri anggota keluarga kerajaan.
Tindakan tersebut juga disebut telah mencoreng nama baik
kerajaan Brunei Darussalam dan menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada Sultan Hassanal Bolkiah. Namun, pihak kerajaan tidak menjelaskan secara rinci perilaku atau peristiwa yang menjadi dasar pencabutan gelar tersebut.
Di balik kabar tersebut, Raabi'atul Adawiyyah sebelumnya dikenal sebagai sosok perempuan yang memiliki sejumlah prestasi, terutama di bidang keagamaan dan teknologi informasi.
Berprestasi dalam Kompetisi Al-Qur'anRaabi'atul dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan sejak usia muda. Saat berusia 13 tahun pada 2005, ia mewakili sekolahnya dalam kompetisi membaca Al-Qur'an.
Pada 2008, ia kembali mengikuti Skim Tilawah Al-Quran Remaja serta kompetisi nasional Dikir Dabai'ie yang melibatkan sekolah-sekolah menengah di Brunei.
Prestasinya di bidang keagamaan terus berlanjut. Pada 2013, Raabi'atul disebut berhasil meraih gelar Pembaca Al-Qur'an Terbaik Muslimah (
Best Muslimah Al-Qur'an Recital) dalam sebuah kompetisi perempuan Muslimah di Indonesia.
Pangeran Abdul Malik, yang saat itu merupakan calon suaminya, pernah menceritakan prestasi tersebut melalui akun Facebook resminya.
Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, Raabi'atul juga memiliki ketertarikan terhadap teknologi informasi dan komunikasi atau ICT.
Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah, sekitar 2012 ia bekerja sebagai
System Data Analyst di BAG Networks, perusahaan konsultan teknologi informasi di Brunei. Setahun kemudian, ia bekerja sebagai
IT Instructor di HAD Technologies.
Ketertarikannya terhadap teknologi juga terlihat dari sejumlah pelatihan dan sertifikasi yang pernah diikutinya. Pada 2012, Raabi'atul memperoleh beberapa sertifikat di bidang ICT, antara lain
Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, dan
Adobe Certified Certificate.Baca juga: Sultan Brunei pemilik 7.000 mobil mewah dengan kekayaan Rp 750 triliun. Istana megahnya pecahkan rekor dunia. Biaya potong rambut Rp 300 juta!Ia juga mengikuti program
ICT Youth Development Programme pada 2012 hingga 2013.
Pernah Menjadi Ketua PrefekRaabi'atul juga dikenal aktif dalam kegiatan sekolah. Pada 2006, ia dipercaya menjadi Ketua Prefek di Pengiran Anak Puteri Hafizah Sururul Bolkiah Religious School di Berakas.
Pendidikan Raabi'atul dimulai di Al-Falaah School pada 1997. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Rimba I Primary School, Menglait Secondary School, dan Rimba Secondary School.
Raabi'atul merupakan anak kedua dari pasangan Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor'aismah. Ia memiliki sembilan saudara. Salah satu kakaknya, Awangku Abd Aziz Hafizuddin, diketahui bekerja di maskapai nasional Brunei, Royal Brunei Airlines.
Dalam profil yang pernah dipublikasikan mengenai dirinya, Raabi'atul digambarkan sebagai perempuan yang anggun dan memiliki sikap positif.
Di waktu luang, ia disebut gemar membaca buku, terutama buku-buku mengenai Islam dan peran perempuan Muslim. Ia juga menyukai musik serta aktif dalam olahraga seperti badminton dan squash.
Profil tersebut menggambarkan Raabi'atul sebagai perempuan muda dengan minat yang cukup beragam, mulai dari agama, pendidikan, hingga teknologi.
Kini, namanya kembali menjadi sorotan publik setelah gelar kerajaannya dicabut oleh Sultan Hassanal Bolkiah.
Baca juga: Woooww, Sultan Brunei Punya Koleksi 600 Rolls-Royce, 380 Bentley dan Belum Mobil Mewah Yang LainMeski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai tindakan spesifik yang disebut sebagai perilaku tidak pantas tersebut. Istana juga belum mengungkap detail peristiwa yang menjadi dasar keputusan pencabutan gelar.
(est)