LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden
Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Butan La Ode Muhammad Lakina Bhawaangi yi Nusantara saat kunjungan kerja ke Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (27/9/2022). Prosesi tersebut berlangsung di Baruga Keraton Kesultanan Buton, Kota Baubau.
Dalam keterangan Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Setpres, Jokowi tampak mengenakan baju adat
Kesultanan Buton yang didominasi warna hitam. Jokowi juga mengenakan peci dan sebuah tongkat.
Baca Juga: Curhat Rahmat ke Jokowi: Ingin Gadai Ijazah untuk Modal UsahaPerwakilan Kesultanan Buton, La Ode Muhamad Arsal menjelaskan makna gelar tersebut. "Gelar tersebut bermakna seorang laki-laki yang memiliki sikap dan perilaku yang mulia, rendah hati, sopan santun, arif dan bijaksana, jujur dan adil. Serta bertanggungjawab, memberi teladan dan panutan, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam menyejahterakan dan memakmurkan seluruh rakyat di Nusantara (Indonesia)," kata La Ode Muhamad Arsal.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengapresiasi anugerah yang diberikan Kesultanan Buton. Menurutnya, Kesultanan Buton dapat memelihara dan menjaga kearifan lokal di tengah modernisasi dan derasnya budaya asing.
Baca Juga: Akhir Tahun Selesai, Jokowi: Penyaluran BLT Mencapai 95,9 Persen"Meskipun modernisasi, budaya asing yang terus menggerogoti budaya-budaya kita, tapi saya melihat adat, tradisi, kearifan lokal, tata krama tetap dipelihara dan dirawat di Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara," ucap Presiden.
Selain itu, Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada Sultan Buton La Ode Muhammad Izat Manarfa atas gelar Kesultanan Buton yang diterimanya. "Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada Yang Mulia Sultan Buton Bapak La Ode Muhammad Izat Manarfa beserta seluruh jajaran lembaga adat Kesultanan Buton yang telah memberikan anugerah gelar kepada saya yaitu La Ode Muhammad Lakina Bhawaangi yi Nusantara," tutur Presiden.
Baca Juga:
Jokowi Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pakistan
Terkait Kasus Suap Hakim Agung, Jokowi Serukan Reformasi Hukum(asf)